Gelontorkan Rp 15,5 Triliun, Aset Raksasa Investasi BlackRock Perbesar Kepemilikan Bitcoin
JAKARTA, investortrust.id - Salah satu perusahaan manajemen investasi terbesar di dunia alias aset raksasa investasi yakni BlackRock telah membeli lebih dari US$ 1 miliar atau setara Rp 15,5 triliun dalam bentuk Bitcoin melalui iShares Bitcoin Trust (IBIT).
Melansir CryptoNewsFlash, Senin (21/10/2024), pembelian besar ini merupakan bukti nyata dari keinginan BlackRock untuk meningkatkan pengaruhnya di pasar kripto global, sehingga memperkuat posisi Bitcoin dalam portofolio institusional.
Meningkatnya permintaan akan eksposur terhadap aset digital di kalangan investor institusional, dana IBIT saat ini memiliki jumlah Bitcoin yang cukup besar. Dengan nilai Bitcoin sekitar US$ 24 miliar, IBIT menguasai sekitar 1,76% dari seluruh pasokan Bitcoin dunia.
Fokus BlackRock yang semakin besar pada Bitcoin sebagai komponen dasar sistem keuangan jelas berlanjut dalam akuisisi koin terbaru ini. CEO Larry Fink yang dahulu ragu terhadap aset kripto, kini telah mengubah pendapatnya untuk melihat Bitcoin sebagai kelas aset utama.
Baca Juga
Akuisisi ini bisa jadi menggarisbawahi kemungkinan masa depan Bitcoin karena Blackrock saat ini memimpin pasar aset kripto. Lebih jauh, pengembangan dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) Bitcoin spot oleh BlackRock pada awal tahun ini memungkinkan mereka memanfaatkan keinginan institusional yang meningkat untuk investasi Bitcoin yang lebih terkendali dan teratur.
Sementara itu, dengan cepat IBIT menjadi peserta yang diperhitungkan di pasar ETF. Setelah memulai debutnya, IBIT telah mengumpulkan miliaran aset yang menunjukkan betapa populernya ETF Bitcoin di kalangan investor institusional.
Baca Juga
Didukung ETF dan Politik AS, Harga Bitcoin Berpotensi Naik ke US$ 70.000
BlackRock terus memimpin revolusi aset digital dengan akuisisi terbaru mereka, mendorong Bitcoin lebih jauh ke dalam produk keuangan secara umum.
Seiring berjalannya waktu, kualitas Bitcoin sebagai penyimpan nilai dan penghubung aset keuangan konvensional memotivasi para lembaga, terutama melalui ETF seperti IBIT. Hal ini menjadikannya aset pelindung terhadap risiko ekonomi makro, terutama di dunia di mana konflik geopolitik dan kekhawatiran inflasi yang tengah meningkat.

