Kelas Menengah Turun, Majoris AM Sebut Masyarakat yang Investasi Reksadana Masih 'Ngegas'
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya penurunan jumlah masyarakat Indonesia yang berada pada kelas menengah, yakni sebanyak 9,48 juta dari periode 2019 hingga 2024. Hal itu pun disebut akan menjadi ancaman pada tingkat daya beli masyarakat.
Mengenai fenomena tersebut, salah satu perusahaan pengelolaan investasi berupa reksa dana, yakni PT Majoris Asset Management menyebutkan bahwa penurunan jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia itu tidak berpengaruh pada minat investasi pada nasabah lewat Majoris AM.
Baca Juga
Ungkapan Bahagia PT Majoris AM Berhasil Sabet 3 Penghargaan di Investortrust Best Sharia 2024
"Mungkin sih kita enggak bisa lihat hubungannya langsung karena toh Majoris masih growing," ucap Chief Investment Officer PT Majoris Asset Management Rafdi Prima kepada investortrust.id belum lama ini.
Kendati demikian, Rafdi tak menampik apabila terjadi penurunan kelas menengah, maka jumlah masyarakat yang mengalokasikan pendapatannya juga akan menurun, karena memilih untuk menahan uang atau penghasilannya.
"In theory sebenarnya berpengaruh, bahwa semakin sedikit disposable income masyarakat, semakin sedikit alokasi buat investasi," terang Rafdi. "Cuma (nasabah Majoris AM) mungkin masih ada room untuk bertumbuh," tambahnya.
Baca Juga
Majoris AM Optimistis Industri Reksa Dana Kian Positif, Tapi…
Lebih lanjut, PT Majoris Asset Management pun berharap nantinya perekonomian Indonesia akan semakin meningkat dan menyebabkan masyarakat semakin naik kelas. Sehingga akan semakin banyak investor atau masyarakat yang menginvestasikan hartanya ke pasar modal.
"Tapi kita senang sekali kalau mereka semua naik kelas gitu. Jadi akan ada more investor yang akan mengakrabkan diri dengan pasar modal. Alhamdulillah kita masih growing," ungkap Rafdi.

