Suku Bunga BI Turun Jadi 6%, BCA Harap Bisa Menggerakan Perekonomian Lebih Cepat hingga Longgarkan Likuiditas
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI Rate sebesar -25 bps menjadi 6%, dengan deposit facility dan lending facility juga turun -25 bps menjadi 5,25% dan 6,75%. Keputusan ini di luar ekspektasi konsensus yang memperkirakan BI Rate tidak berubah.
Sehubungan dengan hal tersebut, para bankir pun telah memberikan tanggapannya terkait keputusan ini, salah satunya adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA.
Menurut EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn, penurunan suku bunga acuan BI sebesar 25 basis poin ke level 6% sesuai dengan proyeksi pergerakan suku bunga The Fed.
Hera menjelaskan, keputusan bank sentral RI tersebut juga sejalan dengan tingkat inflasi dan nilai tukar rupiah yang terjaga.
"Kebijakan ini diharapkan dapat menggerakkan perekonomian nasional lebih cepat, menstimulasi permintaan kredit, dan melonggarkan likuiditas," ujar Hera kepada investortrust.id, Kamis (19/9/2024).
Lebih lanjut, saat disinggung apakah BCA akan menurunkan suku bunganya dalam waktu dekat, Hera pun membeberkan bahwa, BCA akan mencermati perkembangan suku bunga ke depan, parameter makroekonomi lainnya, kondisi likuiditas sektor perbankan, dan tingkat persaingan yang ada, sebelum melakukan penyesuaian ke depan.
Sebelumnya diberitakan investortrust.id, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI memutuskan untuk menurunkan BI Rate 25 bps, menjadi sebesar 6,00%. Kebijakan Bank Sentral ini untuk mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Suku bunga Deposit Facility juga diturunkan 25 bps menjadi sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility turun 25 bps menjadi 6,75%. Ini sesuai upaya penguatan dan stabilitas nilai tukar rupiah dan perlunya untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, saat konferensi pers Hasil RDG BI di Jakarta, Rabu (18/9/2024).
Dengan keputusan ini, BI tercatat menurunkan suku bunga acuannya untuk pertama kali sejak kenaikan BI Rate sebesar 25 bps pada April 2024.

