Permintaan Listrik Terus Tumbuh, Saham Medco Energy (MEDC) Direkomendasikan Beli
JAKARTA, investortrust.id - Emiten minyak dan gas (migas) milik Keluarga Panigoro PT Medco Energy Tbk (MEDC) dinilai mampu menangkap peluang di tengah pertumbuhan ekonomi dan permintaan listrik yang terus meningkat di ASEAN.
Dari segmen migas, MEDC telah membagi asetnya menjadi value delivery yang difokuskan pada peningkatan usia cadangan dan produksi seperti Blok B Natuna, Corridor, Bualuang serta growth assets yang berfokus pada monetisasi sumber daya yang belum dikembangkan seperti Oman 48 & 60, Senoro-Toili, Bangkanai.
Sebelumnya, Manajemen MEDC menyampaikan sedang mencari target akuisisi yang bermutu tinggi dan mempersiapkan aset-asetnya untuk peluang Carbon Capture Storage (CCS).
Baca Juga
Di Tengah Kenaikan Harga Minyak dan Sejumlah Proyek Besar, Begini Target Harga Saham Medco (MEDC)
Di bisnis ketenagalistrikan, MEDC berencana untuk meningkatkan kapasitasnya lebih dari 500MW selama 5-10 tahun ke depan, dengan fokus pada pembangkit listrik tenaga gas dan energi terbarukan.
Sementara itu, MEDC mengatakan investasinya di Amman Mineral akan memungkinkan grup untuk mendapatkan pertumbuhan jangka panjang dalam elektrifikasi, sehingga tidak berada di bawah tekanan untuk mengurangi kepemilikannya di PT Amman Mineral International Tbk (AMMN).
Menurut riset dari PT CGS International Sekuritas Indonesia, MEDC optimistis mencapai target yang dicanangkan Perseroan pada tahun 2025.
Pertama, produksi minyak & gas ditargetkan mencapai 145-150 mboepd. Sementara perkiraan CGS berkisar pada 140 mboepd. Kemudian, penjualan listrik MEDC diprediksi mencapai 4,500 GWh dan perkiraan CGS sebesar 4,334 GWh.
Baca Juga
Guna Beli Barang, Erajaya (ERAA) Raih Perpanjang Kredit Jumbo
Dari sisi belanja modal, MEDC memprediksi sebesar US$430 juta akan dianggarkan yang di antaranya dialokasikan untuk O&G: US$400 juta, tenaga listrik: US$30 juta, dengan prediksi CGS sebesar US$367 juta.
“MEDC juga memiliki target ROE tahun 2025 yang baru sebesar lebih dari 15%. Sementara prediksi CGS sebesar 15,7%,” tulis analis CGS Sekuritas Bob Setiadi dan Rut Yesika dalam riset yang dikutip Selasa, (17/9/2024).
Di samping itu, total lifting Laut Natuna Selatan Blok B atau aset MEDC pada kuartal II-2024 mencapai 10 mboepd minyak dan 104 mmscfd gas, dengan pengembangan terakhir yang dilakukan diharapkan dapat meningkatkan produksi menjadi 16,5 mbopd dan 110 mmscfd pada tahun 2025.
Adapun, gas dijual ke Singapura melalui pipa transportasi West Natuna sepanjang 700 km, dan MEDC sedang mempersiapkan aset untuk Carbon Capture Storage.
Berdasarkan harga saham saat ini, CGS International Sekuritas Indonesia menilai investor mengasumsikan harga minyak mentah Brent 2025F sebesar US$75/bbl tetapi tanpa investasi listrik MEDC sehingga mereka menegaskan kembali rekomendasi add dengan target harga di Rp 1.750 didasarkan pada SOP dari tiga lini bisnis MEDC.
Adapun potensi risiko, jika terjadi penurunan cadangan gas di Blok Corridor secara tiba-tiba dan permintaan gas yang lebih lemah dari Singapura.
Sementara potensi kenaikan rating dan target harga saham bisa disempatkan bisa Perseroan berhasil melakukan akuisisi aset hulu dan mendapat persetujuan proyek tenaga surya di Batam.
Grafik Harga Saham MEDC secara Ytd:

