Manulife Aset Manajemen Nilai Terpicunya Sahm Rule Bersifat Semu
JAKARTA, investortrust.id – PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menilai bahwa terpicunya Sahm Rule saat ini, bersifat semu. Sahm rule adalah indikator yang digunakan untuk mengidentifikasi awal dari resesi ekonomi berdasarkan kenaikan tingkat pengangguran.
“Indikator Sahm terpicu di bulan Juli, mencapai level 0,53 poin persentase, setelah tingkat pengangguran AS melonjak ke level 4,3%, yang merupakan level tertinggi sejak Oktober 2021,” jelas Portfolio Manager Fixed Income MAMI Laras Febriany, Rabu (11/9/2024).
Hal itu kemudian menjadi perhatian pasar yang khawatir terhadap risiko resesi. Meskipun demikian, Laras menegaskan bahwa yang perlu diperhatikan adalah penyebab naiknya tingkat pengangguran.
Baca Juga
MAMI Sebut Suku Bunga Bisa Turun 100 Bps, Kinerja Obligasi Dipercaya Cerah
Pada kondisi resesi, tingkat pengangguran cenderung meningkat karena perusahaan mengurangi jumlah pegawai untuk efisiensi. Namun kondisi saat ini, kenaikan pengangguran lebih disebabkan oleh meningkatnya angkatan kerja (labour force participation) yang naik. Sementara, tingkat PHK di AS masih rendah.
“Oleh karena itu kami memandang terpicunya Sahm rule saat ini bersifat semu,” ucap Laras.
Selain itu, berdasarkan konsensus Bloomberg, probabilitas resesi AS 12 bulan ke depan berada pada level 30%, turun dari probabilitas 50% di awal 2024.
Baca Juga
Risiko resesi AS menjadi fokus pelaku pasar karena indikator resesi ‘Sahm Rule secara historis akurat memprediksi terpicunya resesi.
Sebagai tambahan informasi Sahm Rule dibuat oleh mantan ekonom Gedung Putih Claudia Sahm.
Sahm Rule mencerminkan selisih antara rerata tingkat pengangguran dalam tiga bulan terakhir dengan tingkat pengangguran terendah setahun terakhir. Bila hasilnya mencapai 0,5 persentase, artinya berpotensi terjadi resesi. (CR-10)

