Profil Indodax, Pedagang Aset Kripto Terbesar di Indonesia yang Terafiliasi dengan Entitas Grup Salim
JAKARTA, investortrust.id – Pedagang aset kripto Indodax diretas berbagai token senilai lebih dari US$ 22 juta atau sekitar Rp 280 miliar pada Selasa (11/9/2024) pagi dalam serangan nyata terhadap hot wallet.
Di sisi lain, sejauh ini Arkham Intelligence menjabarkan aset kripto yang dicuri dari Indodax. Berikut adalah rincian aset tersebut.
- 6,14 juta USDT
- 1.047 ETH senilai US$2,48 juta
- 25 BTC senilai US$1,41 juta
- 2,2 juta MATIC senilai US$849 ribu
- 1,4 juta ARB senilai US$749,6 ribu
- 2 juta ENA senilai US$465 ribu.
Peretas telah mengubah sebagian besar aset yang dicuri menjadi token asli dan saat ini memegang:
- 5584 $ETH(US$13 juta);
- 16,74 juta $TRX(US$2,56 juta);
- 6,84 juta $POL(US$2,55 juta);
- 25 $BTC(US$1,41 juta).
Baca Juga
Indodax Kena Hack Ratusan Miliar, Ini Respons Bos Indodax, Asosiasi Kripto hingga Bappepti
Lantas bagaimana profil Indodax?
Mengutip laman resmi Indodax, Rabu (11/9/2024) Indodax adalah perusahaan berbasis teknologi di bidang blockchain dan aset kripto yang memperjualbelikan Bitcoin, Ethereum, Ripple, dan lebih dari 160 aset kripto lain dari seluruh dunia dengan aktivitas pasar 24 jam.
Didirikan sejak tahun 2014, Indodax melayani lebih dari 4,3 juta anggota terdaftar dan terverifikasi. Indodax juga telah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), serta merupakan perusahaan marketplace aset kripto pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada tahun 2019, yaitu ISO 9001:2015 dan 27001:2013.
Kemudian, pada Juli 2021, Indodax kembali mendapatkan satu sertifikasi internasional, yaitu ISO 27017:2015, sehingga kini Indodax telah memiliki 3 sertifikat ISO. Dengan pengakuan pemerintah Indonesia dan standarisasi internasional yang didapatkan, hal ini menjadikan Indodax sebagai perusahaan penyedia platform investasi aset kripto yang terpercaya.
Sekalipun harga aset kripto seperti Bitcoin dapat bernilai ratusan juta rupiah per koinnya, namun transaksi di Indodax dapat dilakukan mulai dari Rp 10.000.
Baca Juga
Indodax Kena Hack, Kerugian Diprediksi Tembus hingga Rp 280 Miliar
Afiliasi Grup Salim
Sementara itu, soal kepemilikan Indodax usut punya usut ternyata pedagang aset kripto terbesar nasional ini dimiliki oleh Grup Salim yang notabene merupakan salah satu grup konglomerasi Indonesia.
"Karena bukan perusahaan terbuka, jadi agak susah untuk dilacak. Tapi ini sudah menjadi rahasia umum di pemain kripto kalau Indodax punya Grup Salim. Mungkin juga Salim masuknya pakai nama PT yang beda atau lewat VC fund. Semua yg di industri sudah tau kalau sahamnya Oscar sudh tinggal sedikit sekali disitu," ucap sumber investortrust.id, Rabu (11/9/2024).
Adapun untuk mengklarifikasi kepemilikan Grup Salim pada Indodax, tim Investortrust sudah menghubungi pihak Indodax, namun hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban yang diberikan.

