Potensi Barito Pacific (BRPT) di Tengah Dua Aksi Korporasi Besar Chandra Asri (TPIA)
JAKARTA, investortrust.id – Dua aksi korporasi besar tengah digarap PT Chandara Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan target penuntasan tahun ini. Dua aksi ini akan menjadi sentimen positif terhadap kinerja keuangan dan pergerakan saham emiten ini.
Meski berimplikasi terhadap lompatan kinerja keuangan di masa mendatang, ternyata PT Barito Pacific Tbk (BRPT) selaku pengendali TPIA akan menjadi emiten yang paling diuntungkan. Saham BRPT layak dilirik dan menjadi proxi terdekat terhadap dampak positif aksi korporasi TPIA, apalagi saat ini saham BRPT dinilai masuk murah.
Baca Juga
Chandra Asri (TPIA) Keruk Cuan Bisnis Kepelabuhanan lewat Chandra Pelabuhan Nusantara
TPIA bersama dengan Glencore sebelumnya telah membentuk perusahaan patungan CAPGC Ple Ltd. TPIA bertindak sebagai pemegang saham mayoritas perusahaan patungan tersebut. Pembenatukan perusahaan tersebut bagian dari rencana untuk ekspansi melalui akuisisi.
Perusahaan patungan ini dibentuk untuk mengakuisisi aset kilang minyak Shell di Singapura, Shell Singapore Energy and Chemicals Park Singapore (SECP) dari Shell Singapore Pte Ltd. Kilang minyak tersebut memiliki kapasitas pemrosesan sebanyak 237 ribu barel per hari dan ethelene cracker dengan kapasitas 1,1 juta metrik ton per tahun.
Prospek Keuangan TPIA
Analis Sucor Sekuritas Andreas Yordan Tarigan dan Jeremy Hansen NH menilai bahwa akuisisi kilang tersebut berpotensi melambungkan laba Chandra Asri (TPIA) menjadi US$ 300 juta, dibandingkan laba tahun lalu senilai US$ 34 juta. Sumbangan laba tersebut mencerminkan net margin sektiar 1-4% dari total pendapatan CAPGC diperkirakan mencapai US$ 10 miliar.
Selain faktor penuntasan akuisisi kilang minyak Shell di Singapura, Sucor Sekuritas menyebutkan, perseroan mendapatkan sentimen positif dari rampungnya spin off anak usaha PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPAT) pada Juni 2024 dan akan dilanjutkan dengan penerbitan saham baru untuk menjaring dana jumbo guna ekspansi.
Baca Juga
Bagikan Saham Bonus, Kepemilikan Prajogo hingga Manajemen makin Besar di Barito Pacifik (BRPT)
Spin off akan disertai dengan transaksi affiliasi dari TPIA kepada PT Chandra Daya Invesetasi (CDI), yaitu memperbolehkan CDI mengambil bagian atas saham biasa baru yang telah atau akan diterbitkan CPAT. CDI diberikan opsi pemesanan sebanyak 51% saham perusahaan pengelolaan pelabuhan tersebut senilai US$ 326,4 juta. Melalui aksi ini, CPAT bisa ekspansi lebih agresif dan melayani lebih banyak pelanggan.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi netral saham TPIA. Target harga tersebut juga mempertimbangkan neraca keuangan perseroan yang kuat untuk melanjutkan ekspansi guna mempertahankan pertumbuha. Sedangkan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) selaku induk TPIA menjadi saham pilihan sebagai proxi dengan harga masih murah.
Grafik Saham BRPT

