BNI Sekuritas Ramal IHSG Menguat, Cek Saham Pilihannya Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (11/9/2024) berpotensi bergerak sideways cenderung menguat, dengan level support di kisaran 7.670-7.720 dan resistance pada rentang 7.780-7.800.
“Hari ini IHSG berpotensi sideways cenderung menguat terbatas menunggu data inflasi US yang akan diumumkan nanti malam,” terabg Head of Research Retail BNI Sekuritas Fanny Suherman secara tertulis, Rabu (11/9/2024).
Kemarin, IHSG ditutup naik 0,76% dan masih disertai dengan net buy asing sebesar Rp 237 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, BREN, BBRI, MAPI dan KLBF.
Sedangkan Indeks Wall Street mayoritas kembali menguat pada Selasa (10/9/2024). Namun, Dow Jones (DJIA) berbalik arah disaat Wall Street berusaha menemukan pijakan di tengah volatilitas pasar bulan September.
S&P 500 naik 0,45% ke 5.495,52, sementara Nasdaq Composite menguat 0,84% menjadi 17.025,88. Namun, Dow Jones melemah 0,23% menjadi 40.736,96.
Baca Juga
“Saham Nvidia mengalami kenaikan sebesar 1,5%, membantu mengangkat S&P 500 dan Nasdaq yang didominasi oleh saham teknologi,” sambung Fanny.
Saham AMD dan Microsoft juga mengalami kenaikan. Di sisi lain, saham JPMorgan turun lebih dari 5% setelah perusahaan memberikan pandangan hati-hati mengenai pendapatan bunga bersih pada 2025 di sebuah konferensi industri.
JPMorgan mencatatkan, penurunan terbesar di antara 30 saham dalam Dow Jones. Sementara, laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk Agustus akan dirilis Rabu (11/9/2024), diikuti dengan laporan Indeks Harga Produsen (PPI) Kamis (12/9/2024).
Di sisi lain, bursa saham di Asia Pasifik bergerak mixed seiring optimisme pemangkasan suku bunga The Fed semakin dekat. Bursa saham Jepang, indeks Nikkei 225 berakhir turun 0,16%, dan Topix turun 0,12%.
Sementara itu, pergerakan harga saham-saham domestik juga mendapat dukungan dari pelemahan yen, meredakan kekhawatiran terkait pembalikan transaksi carry trade.
Bursa saham dari Asia lainnya, seperti KOSPI Korea Selatan melemah 0,49% dan Taiex Taiwan turun 0,38%. Sementara, bursa saham India, SENSEX menguat 0,44%. Bursa saham Singapura, Straits Times Index (STI) juga menguat 0,57%.
Baca Juga
Dari Australia, S&P/ASX 200 naik 0,3%, penguatan ini terdorong prospek stimulus dari konsumen utama Tiongkok yang diperkirakan menaikkan harga komoditas.
“Terdekat data inflasi dan laporan klaim pengangguran akan menjadi pedoman terakhir untuk menentukan arah kebijakan moneter yang lebih tegas,” jelas Fanny.
Untuk perdagangan di pasar saham Indonesia hari ini, BNI Sekuritas merekomendasikan saham JSMR untuk dilakukan speculative buy dengan area beli pada harga Rp 4.870-4.900, cut loss jika break di bawah Rp 4.870. Jika tidak break di bawah Rp 4.870, potensi naik ke Rp 4.980-5.050 jangka pendek.
Selanjutnya ada saham CPIN yang juga direkomendasikan speculative buy dengan area beli di Rp 4.800-4.820, cut loss jika break di bawah Rp 4.750. Jika tidak break di bawah Rp 4.800, potensi naik ke Rp 4.900-4.950 dalam jangka pendek.
BNI Sekuritas juga merekomendasikan saham SMIL untuk dilakukan speculative buy dengan area beli di Rp 220, cut loss jika break di bawah Rp 216. Jika tidak, saham ini berpotensi naik ke level Rp 240-250 dalam jangka pendek.
Mereka juga merekomendasikan saham ADRO dan KPIG untuk dibeli dengan speculative buy pada masing-masing harga Rp 3.490 dan Rp 175-180. Saham ini berpotensi naik ke level Rp 3.550-3.600 dan Rp 190-196 dalam jangka pendek. Namun investor diingatkan untuk cut loss bila masing-masing saham tersebut turun menembus level Rp 3 440 dan Rp 168.
“Sedangkan BBNI buy on weakness dengan area beli di Rp 5.625, cut loss jika break di bawah Rp 5.450. Jika tidak break di bawah Rp 5.625, potensi naik ke Rp 5.775-5.825 short term,” tutup Fanny. (CR-10)

