Saham Sektor Bahan Baku yang Berkinerja Solid, ISSP dan TKIM Pilihan Teratas
JAKARTA, investortrust.id – Saham-saham sektor basic materials atau barang baku belum menunjukan performa apik di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pergerakan harga saham sektor ini cenderung mengalami pelemahan, di mana dalam tempo tiga bulan terakhir tercatat turun 2,22%. Meski begitu untuk untuk periode sebulan tercatat ada penguatan 1,42%.
Pelemahan sektor industri dasar tidak lepas dari jebloknya Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur beberapa bulan terakhir.
Baca Juga
Pasar Antisipasi Kebijakan Moneter, IHSG Diprediksi Bertahan di Atas Level 7.600 Pekan Ini
PMI Indonesia bulan Maret tercatat pada level 54,2, sementara periode Agustus 2024 bertengger pada angka 48,9.
Perlu diketahui, PMI manufaktur merupakan gambaran aktivitas permintaan ekonomi. Bila indeksnya di atas 50 poin, maka industri atau aktivitas manufaktur negara tersebut sedang baik-baik saja atau ekspansif.
Meski begitu, bukan berarti saham di sektor ini harus dihindari, sebab ternyata ada berderet saham industri dasar yang atau penyedia bahan baku industri memiliki kinerja solid dengan valuasi saham yang masih relatif murah atau undervalued.
Tim Litbang investortrust.id berupaya memberikan acuan atau referensi bagi pelaku pasar yang meyakini sektor ini akan berkinerja baik di masa datang, sehingga memiliki minat pada saham-saham terkait.
Dalam daftar 10 saham undervalued sektor bahan baku yang kinerja yang baik, terdapat nama PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).
Selain itu, saham BMSR, TBMS, NPGF, DKFT, OKAS. INCI, SRSN, dan SBMA bisa jadi pilihan karena masih terbilang undervalued.
Baca Juga
Presiden Jokowi Resmikan RS Kemenkes Makassar, Dibangun PTPP dengan Nilai Proyek Rp 1,56 T
Pada perdagangan Jumat lalu (6/9/2024), saham ISSP memiliki price earning ratio (PER) 4,34 kali dan price to book value (PBV) 0,43 kali. Sedangkan saham TKIM memiliki PER sebesar 4,47 kali dan PBV sebesar 0,63 kali.
Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Soekarno Alatas mengatakan, saham masuk ke dalam kategori undervalue sebab PER yang di bawah rata-rata industri, kemudian PBV di bawah 1-2x atau rata-rata industri.
Asal tahu, Steel Pipe (ISSP) telah mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 3,1% yoy menjadi Rp 209,58 miliar pada semester I-2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 203,21 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh penjualan pipa baja stainless dan pipa API mengalami peningkatan pada kuartal kedua.
“Hal ini menunjukkan bahwa permintaan pipa berdiameter besar di sektor minyak dan gas masih kuat dan mendukung strategi perusahaan untuk berinvestasi pada mesin pipa berdiameter besar. Mesin pipa baja stainless yang baru selesai pada September 2023 juga berdampak signifikan pada peningkatan nilai penjualan pipa baja stainless,” ujar manajemen Perseroan dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (8/9/2024).
Sementara itu, hasil investasi yang baru-baru ini dilakukan seperti penambahan unit mesin pipa stainless steel hingga 8 inchi juga turut mendorong kinerja Perseroan. Penjualan produk pipa stainless steel pada semester I 2024 meningkat 45% secara tahunan (yoy). Ke depannya, Perseroan akan terus berinovasi mengembangkan varian produk untuk mendukung kinerja.
Walaupun demikian, mengingat kondisi ekonomi global yang masih tidak menentu, serta kondisi ekonomi dalam negeri yang masih sangat terpengaruh oleh kondisi tahun politik, manajemen menganggap bahwa capaian tersebut cukup memuaskan.
“Di samping itu, adanya tantangan dalam ekonomi global tersebut mengakibatkan penurunan penjualan sekitar 10% secara yoy. Namun, dengan masih adanya peluang meningkatkan penjualan pada semester kedua, manajemen masih menunggu hasil kuartal 3 untuk menentukan apakah akan merevisi target tahun 2024 atau tidak,” terang manajemen TKIM.
Sejalan dengan hal tersebut, Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) juga mencatatkan peningkatan laba bersih 234,04% menjadi US$ 215,22 juta pada semester I 2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai US$ 64,42 juta. Kendati demikian, penjualan TKIM menurun menjadi US$ 517, 89 juta dari US$ 554,98 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Grafik Pergerakan IDX Sector Basic Materials Index:

