Didorong Penurunan Suku Bunga The Fed, ICDX Prediksi Harga Emas Bisa Melambung Lagi
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell telah memberikan sinyal akan melakukan pemangkasan suku bunga di bulan ini. Hal ini menjadi angin segar, termasuk bagi potensi kenaikan harga emas.
Research and Development ICDX Darren Al Taqy Megantoro mengungkapkan, seiring dengan kabar pemangkasan suku bunga yang beredar, secara langsung maupun tidak turut berpengaruh pada komoditi emas. Seperti diketahui, harga emas terus meningkat, bahkan sejak pertengahan Agustus lalu mencatatkan all time high (ATH) baru.
Karena suku bunga Amerika Serikat (AS) turun, lanjut dia, otomatis akan menurunkan imbal hasil dari obligasi pemerintah AS atau US Treasury. “Pada akhirnya, para investor cenderung beralih membeli emas sebagai aset investasinya dibandingkan dengan membeli obligasi, karena imbal hasilnya pun menurun,” ujarnya, dalam ICDX Journalist Class, di Jakarta, Rabu (4/9/2024).
Baca Juga
Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 Jadi Rp 1.406.000 per Gram Rabu Pagi
Bahkan, menurutnya, pada saat imbal hasil dari US Treasury stabil di tahun lalu karena suku bunga stabil, harga emas tetap meningkat. Karena itu, ketika investor membeli obligasi maka hasil yang didapat stabil, namun harga emas bisa meningkat secara periodik.
“Pada akhirnya, lebih banyak investor yang membeli emas,” kata Darren.
Namun dikatakan dia, dengan potensi penurunan suku bunga nanti tidak bisa serta merta menjadi acuan yang membuat harga emas akan meningkat. Karena masih ada sejumlah tantangan seperti kondisi geopolitik yang memanas di Timur Tengah yang bisa menjadi katalis terhadap turunnya harga emas.
Baca Juga
“Sehingga mungkin untuk di bulan Desember sendiri tergantung dari katalis yang ada di beberapa bulan ke depan, apakah kans-nya positif atau negatif,” ucap Darren.
Namun menurut ia, untuk proyeksi harga emas sendiri masih bergantung pada katalisnya. "Jadi tidak bisa disampaikan untuk saat ini,” tambahnya.

