Minimalisir Risiko “Senam Jantung” saat Investasi Kripto, Luno Indonesia Kasih Tips Jitu Berikut Ini
JAKARTA, investortrust.id - Luno Indonesia, salah satu aplikasi investasi kripto mengungkapkan sejumlah tips bagi masyarakat pemula yang ingin memulai berinvestasi di kripto. Tips ini penting guna meminimalisir potensi risiko investasi.
Hal tersebut disampaikan oleh Interim Country Manager Luno Indonesia, Aditya Wirawan saat melakukan media visit di Kantor Investortrust. Ia menyebut hal pertama yang harus diperhatikan adalah memulai investasi kripto dengan menggunakan uang dingin.
"Karena banyak orang yang tidak siap dengan pergerakan harganya aset kripto, banyak yang senam jantung," ucap Aditya di Gedung The Convergence, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2024).
Baca Juga
Perjalanan Luno Garap Pasar Kripto di Indonesia, Tantangan dan Proyeksi ke Depannya
Aditya menjelaskan, kebanyakan masyarakat menggunakan pola 50-30-20 yang sudah populer untuk membagi pendapatannya, yakni 50% untuk memenuhi kebutuhan, 30% digunakan untuk keinginan, serta sisanya 20% akan dialihkan pada dana investasi.
"Jadi kalau misalkan dapat gaji, 50% kebutuhan, 30% keinginan, 20% investasi, 20% investasinya pun, saya tidak sarankan semuanya masuk ke kripto, justru harus diinvestasikan lagi. Jadi kalau misalkan dari 20% tersebut, 30% diantaranya buat kripto, 30% lagi buat saham atau reksa dana," ungkapnya.
Baca Juga
Lebih lanjut, menurut Aditya, tips yang tak kalah penting untuk diperhatikan pemula sebelum berinvestasi di kripto adalah mempelajari aset yang akan dibeli terlebih dahulu. Kemudian, membeli aset yang terdaftar serta legal.
"Tadi kalau misalkan melihat, white paper-nya seperti apa, apakah ini legit, jadi legit, apakah ini koin yang baru diciptakan, atau ini cuma koin yang di-hype doang, misalkan, dan belinya aset yang terdaftar legal, di aplikasi yang mana," ucap Aditya.

