Perjalanan Luno Garap Pasar Kripto di Indonesia, Tantangan dan Proyeksi ke Depannya
JAKARTA, investortrust.id - Sejak didirikan pada tahun 2013, Luno menjadi pelopor edukasi dan investasi kripto di Indonesia. Tak hanya di Indonesia, Luno telah memperkenalkan kripto kepada lebih dari 12 juta orang Luno di lebih dari 40 negara di Eropa, Afrika, Asia dan Australia.
Khusus untuk perkembangan kripto di Indonesia, Interim Country Manager Luno Indonesia Aditya Wirawan mengatakan, tantangan yang dihadapi adalah edukasi. Menurutnya literasi kripto merupakan hal penting yang harus terus ditingkatkan agar masyarakat bisa lebih memahami tentang cara berinvestasi yang aman. Serta bertanggung jawab sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada.
Di Indonesia, Luno merupakan salah satu Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) yang terdaftar di Bappebti sejak tahun 2020. Luno Indonesia sudah mencapai lebih dari 1 juta pelanggan sampai tahun 2024.
Meskipun sudah ada jutaan investor aset kripto di Indonesia, namun menurut Aditya, masih banyak masyarakat yang belum mengenal dan mengerti aset kripto.
“Di tahun ini, kami ingin tetap berfokus mengedukasi masyarakat Indonesia agar aman dan percaya diri dalam berinvestasi aset kripto dan kami juga berkomitmen untuk memberikan akses yang sangat mudah dan cepat kepada masyarakat,” katanya kepada investortrust.id, baru-baru ini.
Baca Juga
Kripto Kecuali Ethereum Masih Betah di Zona Merah, Ini Biang Keladinya
Aditya menambahkan, Luno juga akan terus berkomitmen memfasilitasi dan mendorong edukasi investasi aset kripto yang terbuka bagi siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Pasalnya, edukasi menjadi penting seiring komitmen Luno menjadi aplikasi investasi aset kripto global yang simpel dan terpercaya.
Adapun untuk mencapai target tersebut, Luno sudah menyiapkan berbagai strategi. Sala satunya menambah pilihan aset kripto di platform. Luno Indonesia selalu mengedepankan keamanan dan edukasi pelanggan, oleh karena itu Luno akan selalu berhati-hati dalam menambah aset kripto yang ada pada Luno.
Selain itu Luno Indonesia akan terus memberikan edukasi pada setiap platformnya. Luno juga telah memiliki Luno Discover (discover.luno.com/id/) yang menawarkan panduan komprehensif tentang kripto. Hal itu untuk membekali investor dan calon investor lebih baik, dengan pengetahuan yang tepat tentang investasi yang mereka ambil untuk mengevaluasi potensi jangka panjang kripto dan mengantisipasi risiko secara efektif.
“Sehingga mereka dapat berinvestasi dalam aset kripto dengan lebih aman, nyaman, dan percaya diri,” ungkapnya.
Proyeksi Kripto
Luno, kata Aditya, melihat, tren investasi aset kripto di Indonesia sangat positif dan disambut baik oleh masyarakat di Indonesia. Seperti yang terlihat dari data Bappebti, di mana jumlah transaksi kripto pada periode Januari hingga Juni 2024 tercatat sebesar Rp 301,75 triliun. Nilai tersebut tumbuh 354,17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 57,47 triliun.
Hal ini dibarengi dengan jumlah pelanggan aset kripto yang terdaftar hingga Juni 2024 sebanyak 20,24 juta pelanggan. Jika dihitung secara rata-rata sejak Februari 2021, jumlah pelanggan tersebut naik sekitar 430.500 pelanggan per bulan. Data tersebut menunjukkan antusias positif bahwa masyarakat Indonesia sudah mulai banyak yang tertarik dan berinvestasi di aset kripto.
Baca Juga
Jadi Kandidat Capres AS Gantikan Biden, Apakah Kamala Harris Pro Kripto?
Meskipun demikian, tidak dipungkiri bahwa aset kripto merupakan sebuah aset yang mendunia, yang bisa diakses secara global. Maka dari itu perlu penting peran regulator dalam mendukung industri aset kripto dalam negeri sehingga tercipta industri nasional yang memiliki daya saing kuat.
“Kami optimis aset kripto akan bisa terus berkembang menjadi investasi masa depan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Oleh karena itu, semua pemain industri dan regulator di Indonesia, termasuk Luno, terus berupaya menciptakan industri dan ekosistem kripto yang sehat dan teregulasi di Indonesia,” kata Aditya.

