Lompatan Saham Perma Plasindo (BINO) bakal Tiru KARW, FORU, dan LABA Usai Pergantian Pengendali?
JAKARTA, investortrust.id – Ruhong Holding Pte Ltd telah menuntaskan pembelian sebanyak 72% saham PT Perma Plasindo Tbk (BINO). Pengendali baru ini juga tengah menunggu rampungnya tender offer saham public yang berakhir besok.
Meski tender offer belum berakhir, saham BINO melesat hingga auto reject atas (ARA) setelah naik Rp 55 (34,59%) menjadi ke level tertinggi baru sepanjang masa Rp 214. Tak hanya itu, BINO-W juga melesat sebanyak 712% dari Rp 8 menjadi Rp 65 hingga pukul 15.15 WIB. Dengan harga penutupan tersebut, saham BINO baru melesat sebanyak 64,61% dari Rp130 menjadi Rp 214 sepanjang 2024 berjalan.
Baca Juga
Suspensi Saham Green Power (LABA) Dibuka, Bakal Ikuti Lompatan Saham KARW dan FORU?
Ruhong telah menuntaskan akuisisi sebanyak 72% saham BINO dari pengendali lama Willianto Ismadi sebanyak 36% saham, sebanyak 15,2% saham BINO dibeli dari PT Intan Pariwara, sebanyak 12% saham BINO dibeli dari Aruwan Soenardi, dan sebanyak 8% saham BINO dari Kristanto Widjaja.
Ruhong, perusahaan yang terdaftar di Singapura, membeli saham BINO dengan harga pelaksanaan Rp 147 per saham, sehingga total dana yang digelontorkan mencapai Rp 230,20 miliar pada 14 Juni 2024.
Berdasarkan data hingga akhir Juli 2024, komposisi pemegang saham BINO terdiri atas Ruhong Holding selaku pengendali menggenggam sebanyak 72% saham. Sisanya dikuasai Handy Purnomo sebanyak 6,07% saham, PT Intan Prawira sebanyak 8%, dan sisanya masyarakat 13,84% saham.
Baca Juga
Lompatan Saham Meratus (KARW) dan Fortune (FORU) Kejar-Kejaran, Siapa paling Cuan?
Apakah saham BINO bakal mengikuti gerak saham emiten lainnya melesat berlipat-lipat setelah terjadi perubahan pengendali melalui akuisisi? Sebagaimana diketahui, saham dengan penguatan paling pesat setelah diakuisisi pengendali baru adalah PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW) denan kenaikan dari Rp 50 menjadi Rp 7.850 atau melesat 15.600% atau naik 157 kali.
Awal lompatan harga saham KARW terjadi setelah perusahaan grup Meratus, PT Saranakelola Investa, mengakuisisi sebanyak 80,28% dari ICTSI Far East Ltd. Perusahaan asal Surabaya yang masuk dalam grup Meratus tersebut membeli sebanyak 80,28% saham KARW dari ICTSI Far East Ltd pada Februari 2024. Nilai transaksinya setara dengan Rp 66 per saham, sehingga total dana yang diglontorkan mencapai Rp 31,60 miliar.
Lompatan tak kalah pesatnya juga dicatatkan saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) setelah grup Rajawali yang dikendalikan Peter Sondakh mengumumkan penjualan sebanyak 77,7% saham FORU kepada IMR Asia Holding Pte Ltd. Penjualan tersebut menjadikan perubahan pengendali dari sebelumnya Rajawali melalui PT Karya Citra Prima menjadi IMR Asia Holding.
Baca Juga
Jadwal Pembagian Dividen Tunai Perma Plasindo (BINO) Rp 1,31 Miliar
Berdasarkan data, saham FORU telah melesat dari Rp 135 pada penutupan akhir tahun lalu menjadi Rp 3.100 atau telah melesat 2.196,29% atau meningkat hampir 23 kali.
Begitu juga dengan saham PT Green Power Group Tbk (LABA) atau dulu dikenal dengan PT Ladangbaja Murni Tbk (LABA) telah melesat dari level penutupan akhir tahun lalu Rp 50 menjadi Rp 705 pada perdagangan hari ini atau melesat 1.310% atau naik lebih 14 kali lipat.
Lompatan saham BAJA diawali setelah pengumuman NSE dan PT Longping Investasi Indonesia (LII) mengakuisisi sebnyak 800 juta saham LABA ata setara dengan 79,1%. NSE dan LII mengakuisisi saham LABA dari PT Adyatama Global Investama (AGI) dan PT Alfa Omega Investindo (AOI).
Grafik Saham KARW, FORU, LABA, dan BINO

