Waspada Potensi Pullback IHSG, tapi Saham 4 Bank Besar Diyakini Masih Bertenaga Pekan Ini
JAKARTA, investortrust.id – Pasar saham diprediksi berpotensi mengalami pullback pada perdagangan pekan ini, periode 2 September – 6 September 2024.
Sebagai catatan, pullback adalah tren penurunan jangka pendek atau momen jeda di tengah tren kenaikan jangka panjang. Diketahui sepanjang pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan sebesar 1,44% dan ditutup pada level 7.670,73.
IHSG bahkan sempat menyentuh pola flag level 7.700 sebelum berbalik turun ke bawah level psikologis tersebut pada perdagangan Jumat, (30/8/2024).
Tim Riset PT Phintraco Sekuritas memperkirakan, gerak IHSG akan berada dalam rentang level 7.600-7.730 di pekan ini. ‘’Waspada potensi profit taking pada IHSG di pekan ini,’’ tulis Tim Riset PT Phintraco Sekuritas dalam riset mingguan dikutip, Minggu (1/9/2024).
Meski rawan mengalami pullback, sejatinya pasar ditopang bergerek sentimen positif baik skala global maupun domestik.
Baca Juga
Telkom Siapkan Infrastruktur Internet Berkapasitas 20.000 Gbps pada Event HLF MSP & IAF 2024
Dari dalam negeri, pasar berharap indeks manufaktur Indonesia kembali ke kondisi ekspansif di Agutsus 2024 (2/9/2024), inflasi diperkirakan stabil di 2,12% yoy di Agustus 2024. ‘’Secara umum, kondisi ekonomi domestik relatif masih solid sampai dengan Agustus 2024,’’ ulasnya.
Sementara untuk skala global, pelaku pasar dibuat optimistis oleh indeks-indeks Wall Street yang berhasil menutup bulan Agustus dengan hasil positif.
Wall Street mencatatkan penguatan bulanan keempat berturut-turut di Agustus 2024. Sentimen utama masih serupa dengan pekan-pekan sebelumnya, yaitu antisipasi pemangkasan sukubunga acuan the Fed di FOMC September 2024.
Realisasi PCE Price Index di 2,5% secara tahunan (yoy) di Juli 2024 yang lebih rendah dari perkiraan (2,6% yoy) membuka peluang pemangkasan yang lebih agresif di September 2024.
Baca Juga
Dari Eropa, inflasi (flash) Euro Area turun ke 2,2% yoy di Agustus 2024 dari 2,6% yoy di Juli 2024. Dari regional Asia, Tiongkok mengalami penurunan indeks manufaktur (NBS) ke 49,1 di Agustus 2024 dari 49,4 di Juli 2024.
‘’Dengan data ini, kondisi manufaktur Tiongkok berada pada fase kontraksi untuk 4 bulan berturut-turut sejak Mei 2024,’’ urainya.
Meski berpotensi mengalami pelemahan, Tim Riset Phintraco Sekuritas melihat potensi penguatan pada 4 saham bank papan atas serta beberapa saham lain pekan ini, yaitu: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indoenesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Kemudian saham PT Indosat Tbk (ISAT), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

