Torehkan Kenaikan Laba Saat Pendapatan Turun, Astra Otoparts (AUTO) Ungkap Kiat Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mampu mencatatkan kenaikan laba bersih konsolidasi sebanyak 26,50% dari Rp 800 miliar menjadi sebesar Rp 1,01 triliun pada semester I 2024. Padahal, pendapatan perseroan justru turun.
Manajemen AUTO menyebutkan kondisi ini didukung keberhasilan perseroan dalam peningkatan kinerja segmen usaha perdagangan, kinerja ekspor segmen usaha manufaktur Perseroan di tengah melemahnya permintaan domestik, serta keuntungan atas penjualan aset tetap.
Presiden Direktur Astra Otoparts (AUTO) Hamdhani Dzulkarnaen Salim menyatakan, peningkatan laba tersebut sejalan dengan strategi dari perseroan, yaitu LEAP. Leverage, Excellent in All Aspect dan menghasilkan Product based, dibandingkan process based. Pertumbuhan juga didukung strategi people readiness dan organization effectiveness.
Baca Juga
Kinerja Astra Otoparts (AUTO) Semester II Pulih, Bagaimana dengan Sahamnya?
“Kami me-leverage trading business dan juga OEM. Baik di domestik maupun regional. Kalau bicara trading business adalah suatu bisnis yang tentunya mempunyai margin yang lebih tinggi, signifikan. Sehingga itu menjadi faktor utama yang membuat perseroan pertahankan profitability yang baik. Karena trading business ini terus kami tumbuhkan dari tahun ke tahun,” ujar Hamdani pada paparan publik AUTO secara daring, Jumat (30/8/2024).
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pertumbuhan bisnis AUTO terdiri atas tiga jenis. Pertama, penjualan di domestik, di mana Perseroan memiliki lebih dari 14.000 retailer seluruh Indonesia.” Dan juga kami melakukan ekspor ke lebih 50 negara yang tersebar di Asia Pasifik, Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Amerika Selatan,” jelasnya.
Di samping itu, AUTO juga memiliki direct retail business yang terus di expand agar dapat memberikan kontribusi yang positif pada kinerja Perseroan. Selain itu, strategi Perseroan juga adalah excellent in all aspect. Sehingga, Perseroan berupaya penuh untuk memperbaiki produktivitas melalui digitalisasi.
Baca Juga
Laba Astra Otoparts (AUTO) Melesat di Semester I, Penopangnya Ini
“Digitalisasi melalui industri 4.0 sehingga dari hari ke hari produktivitas daripada business manufacturing kami juga terus meningkat. Sehingga itu juga mendorong pertumbuhan daripada bottom line kami,” terangnya.
Di samping itu, AUTO juga optimistis bahwa bottom line perseroan dapat terus tumbuh hingga akhir tahun. “Intinya kalau kami ditanya bahwa top line maupun bottom line, seperti yang tadi disampaikan bahwa sejak tahun 2015, kami terus berusaha untuk bertumbuh baik di top line maupun di bottom line. Jadi itu hanya kami mengalami kesulitan pada Covid tahun 2020. Tapi setelah itu kami tetap berusaha untuk tumbuh dengan baik,” pungkasnya.
Baca Juga
Terlalu Murah! Target Harga Saham Astra (ASII) Direvisi Naik
Asal tahu, segmen usaha perdagangan Perseroan didukung jaringan distribusi domestik, ekspor, dan jaringan perdagangan ritel modern, yaitu Shop & Drive, Super Shop & Drive, Shop & Bike, Motoquick, Aspira Motoquick, dan Astra Otoservice. Sepanjang semester pertama 2024, segmen usaha perdagangan Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp4,5 triliun.
Perseroan juga membukukan keuntungan atas penjualan tanah dan bangunan yang sudah tidak digunakan untuk kegiatan manufaktur. “Tanpa memperhitungkan keuntungan dari penjualan tanah dan bangunan tersebut, Perseroan mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp0,86 triliun pada semester pertama 2024, tumbuh 6,8% dari laba bersih konsolidasian semester pertama 2023 sebesar Rp0,80 triliun,” terang Direktur AUTO Sophie Handili.
Grafik Saham ASII

