Kinerja Astra Otoparts (AUTO) Semester II Pulih, Bagaimana dengan Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id - Mirae Asset Sekritas optimistis kinerja PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) di semester II-2024 lebih baik, seiring dengan proyeksi pertumbuhan penjualan mobil.
Analis Mirae Asset Christopher Rusli mengatakan, penjualan mobil pada paruh kedua diharapkan meningkat didukung sejumlah promo dari pabrikan mobil, seperti dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024.
Sepanjang tahun ini, dia mengatakan, angka penjualan mobil diperkirakan lebih tinggi menjadi 852 ribu mobil, dibandingkan asumsi semula hanya 800 ribu unit. Penambahan penjualan tersebut diharapkan berimbas positif terhadap penjualan AUTO.
Baca Juga
Pasar Otomotif Berangsur Pulih, Saham ASII dan AUTO Pilihan Teratas
Perseroan juga mendapatkan dukungan positif dari sejumlah insiatif yang telah dilakukan. Di antaranya, penambahan fasilitas Astra Otoservice dan Shop & Drive. Per Juni 2024, AUTO telah membuka 16 toko Astra Otoservice, terutama yang berlokasi di Jawa dan Sumatra.
Menurut data, terang dia, sebanyak 60% konsumen yang garansi kendaraannya sudah kedaluwarsa sering beralih ke toko layanan aftermarket untuk penggantian dan pemeliharaan suku cadang. Hal ini disebabkan harga premium perbaikan dan layanan di bengkel resmi.
“Mengingat sensitivitas harga penduduk Indonesia, banyak konsumen lebih memilih bengkel yang di luar bengkel resmi untuk perawatan kendaraan. Hal ini menjadi potensi pasar bagi perseroan,” terangnya dalam riset tersebut.
Apalagi, terang dia, AUTO memastikan harga layananyang lebih kompetitif dengan bengkel lain. Strategi ini telah memungkinkan Astra untuk menghasilkan pendapatan tambahan yang signifikan.
Baca Juga
Laba Astra Otoparts (AUTO) Melesat di Semester I, Penopangnya Ini
Sebelumnya, pada kuartal II-2024, AUTO melaporkan pendapatan bersih sebesar Rp 4,6 triliun, mencerminkan kinerja secara kuartal yang datar tetapi peningkatan 4,2% (year on year/yoy). Namun, pendapatan bersih semester I-2024 turun 2,0% yoy menjadi Rp 9,19 triliun akibat pelemahan pasar otomotif di Tanah Air.
Berbagai factor tersebut mendorong Mirae Asset untuk mempertahankan rekomendasi hold saham AUTO dengan target harga dinaikkan menjadi Rp 2.340, terutama karena target harga sebelumnya yang telah tercapai. “Kami menghargai AUTO menggunakan metodologi discounted cash flow (DCF) 5 tahun dengan weighted average cost of capital (WACC) 9,9% dan tingkat pertumbuhan terminal 2,50%. AUTO saat ini diperdagangkan pada price earning ratio (PER) 5,41 kali,” tulisnya.
Grafik Saham AUTO

