Pekan Ini Disebut Krusial Bagi Bitcoin, Kenapa?
JAKARTA, investortrust.id - Minggu ini disebut menjadi pekan yang krusial bagi Bitcoin. Sebab harga BTC tengah berjuang untuk mencapai US$ 64.000 dan berupaya bertahan di atas level tersebut dengan dibayangi data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang memunculkan kekhawatiran akan resesi, sehingga berdampak pada sentimen investor.
“Selain itu, potensi penjualan besar dari kepemilikan BTC senilai US$ 13 miliar oleh pemerintah AS menambah risiko pasokan yang dapat mempengaruhi harga BTC,” ujar Trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur, dalam keterangannya, Senin (26/8/2024).
Permintaan untuk dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) Bitcoin spot, lanjut Fyqieh, juga mungkin akan menurun akibat kekhawatiran tentang resesi. Meskipun lonjakan permintaan bisa mendorong harga Bitcoin menuju US$ 70.000.
Baca Juga
Harga Bitcoin Diprediksi Bisa Naik Cepat ke Level US$ 68.000
Dikatakan dia, pekan ini bisa menjadi masa yang krusial bagi pasar global usai meredanya ketegangan pasca Symposium Jackson Hole. Pasalnya, pada Kamis besok (29/8/2024), data klaim pengangguran awal di AS akan memberi petunjuk tentang kondisi pasar tenaga kerja.
“Jika angka klaim pengangguran melonjak tak terduga, hal ini bisa memicu kekhawatiran resesi dan mempengaruhi permintaan Bitcoin,” katanya.
Baca Juga
Adopsi Meningkat, Lebih dari 617 Juta Orang di Dunia Kini Jadi Investor Kripto
Menurutnya, kalender ekonomi AS dan kebijakan suku bunga The Fed telah mempengaruhi aliran dana ke ETF Bitcoin spot. Arus masuk dana yang kuat ke ETF sangat penting untuk mendukung harga Bitcoin, karena ETF ini menyerap pasokan Bitcoin dari pemerintah Jerman, Mt. Gox, dan pemerintah AS.
“Jika permintaan untuk ETF Bitcoin spot AS menurun, perhatian akan beralih pada pasokan Bitcoin yang dimiliki oleh pemerintah AS,” ujar Fyqieh.
“Sebaliknya, jika permintaan ETF melonjak, Bitcoin bisa mendekati level US$ 70.000,” lanjutnya.
Salah satu faktor yang bisa menekan harga BTC adalah kelebihan pasokan, mengingat pemerintah AS memiliki 203.239 BTC yang bernilai sekitar US$ 13,01 miliar.
“Investor perlu tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan dalam tren permintaan dan penawaran,” kata Fyqieh.
Melansir Coinmarketcap, Senin (26/8/2024) pukul 13.33 WIB, harga Bitcoin berada di level US$ 63.860,42 atau menurun 0,34% dalam 24 jam terakhir.

