Tokocrypto Prediksi 2026 Jadi Tahun Transisi Krusial Bagi Kripto, Ini Alasannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - CEO Tokocrypto Calvin Kizana menilai tahun 2026 akan menjadi fase transisi penting bagi industri kripto, baik global maupun domestik. Pasar kripto diperkirakan mulai bergerak dari dominasi spekulasi menuju integrasi yang lebih dalam dengan sistem keuangan tradisional.
“Regulasi yang makin jelas dan komprehensif diperkirakan akan meningkatkan kepercayaan, menarik modal institusional dalam jumlah besar melalui produk seperti ETF (exchange traded fund) dan tokenisasi aset nyata, serta memperluas utilitas blockchain di berbagai sektor,” ujarnya secara tertulis, kepada Investortrust, Selasa (30/12/2025).
Di Indonesia, Calvin menyatakan bahwa peralihan pengawasan aset kripto ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi fondasi penting yang mendukung pertumbuhan volume perdagangan serta meningkatkan partisipasi investor ritel dan institusi nasional.
Dari segi harga, Tokocrypto memperkirakan Bitcoin di 2026 berada dalam spektrum yang luas. Dalam skenario bullish, beberapa analis memperkirakan harga Bitcoin berpotensi menembus US# 130.000 hingga US$ 150.000, didorong meningkatnya permintaan institusional dan likuiditas globgal.
Baca Juga
Meski begitu, Calvin mengingatkan bahwa volatilitas tetap menjadi karakter utama pasar kripto. Proyeksi yang lebih konservatif memperkirakan pergerakan harga akan cenderung moderat, dengan risiko koreksi jika sentimen pasar memburuk.
Kebijakan moneter global, khususnya arah suku bunga The Fed, akan sangat memengaruhi pergerakan pasar kripto di 2026. Potensi pelonggaran suku bunga dan kepemimpinan baru di The Fed yang lebih dovish bisa menjadi katalis positif, meski realisasinya tetap bergantung pada data ekonomi sepanjang tahun.
Selain The Fed, potensi pengetatan kebijakan oleh Bank of Japan (BoJ) juga dinilai dapat menambah dinamika dan volatilitas pasar aset digital. Meski begitu, Tokocrypto tetap optimistis terhadap prospek industri kripto di tahun depan.
“Kami optimis bahwa 2026 akan menjadi tahun pertumbuhan strategis bagi pasar kripto di seluruh dunia dan di Indonesia dengan adopsi institusional yang meningkat, dukungan regulasi yang lebih kuat, dan prospek harga yang menarik khususnya untuk Bitcoin,” kata Calvin.
Baca Juga
Tokocrypto Nilai Pengaturan Kripto Dalam RUU P2SK Penting untuk Keberlanjutan Industri
Target Investor
Sejalan dengan itu, Tokocrypto juga melihat potensi pertumbuhan investor kripto di Indonesia masih sangat besar. Hingga November 2025, jumlah investor kripto tercatat sekitar 19,08 juta orang atau sekitar 10% dari total populasi Indonesia yang mencapai 284,4 juta jiwa.
“Angka ini bahkan sudah melampaui jumlah investor pasar modal sejak aset kripto resmi berada di bawah pengawasan OJK, yang semakin meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri kripto,” ucap Calvin.
Sepanjang Januari hingga November 2025, industri kripto Indonesia nasional mencatat penambahan sekitar 6 juta investor baru. Untuk tahun depan, Tokocrypto memperkirakan pertumbuhan investor akan lebih moderat dan sangat bergantung pada kondisi pasar global.
Dalam skenario bullish, Calvin memperkirakan jumlah investor kripto nasional berpotensi naik 7-8 juta orang, sehingga totalnya bisa mencapai sekitar 27 juta investor. Sementara, jika pasar bergerak sideways atau cenderung bearish, penambahan 4-5 juta investor dinilai lebih realistis dengan total sekitar 25 juta investor.
“Untuk kami sendiri, fokus tidak hanya pada perutmbuhan jumlah investor dan transaksi, tapi juga pada kualitas pengguna, edukasi, serta keberlanjutan ekosistem agar pertumbuhan ini dapat terhaga dalam jangka panjang,” ujar Calvin.

