IHSG Potensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham BBNI, EXCL, INDY, BSDE, dan PGAS
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat, dengan diperkirakan bergerak di range 7.500-7.600 pada perdagangan hari ini. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Bank Negara Indonesia (BBNI), XL Axiata (EXCL), Indika Energy (INDY), Bumi Serpong Damai (BSDE), dan Perusahaan Gas Negara (PGAS).
“IHSG pada Jumat, 23 Agustus 2024, menguat 0,74% ke level 7.544. Penguatan IHSG sejalan dengan meredanya gejolak politik di Indonesia dan berlanjutnya penguatan nilai tukar rupiah sebesar 0,71% terhadap USD ke level Rp 15.484,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Senin (26/8/2024).
Baca Juga
Harga Beli dan Buyback Emas Antam Stagnan Senin Pagi, Ini Rinciannya
Investor asing tercatat konsisten melakukan net buy sepanjang pekan ini di pasar reguler. Bahkan, puncaknya di Jumat lalu, investor asing net buy sebesar Rp 2,94 triliun dengan 5 saham yang paling banyak dibeli yaitu BBNI, BBRI, ASII, UNTR, dan PGAS.
Sentimen Global
Head of Research Mega Capital Sekuritas ini juga membeberkan sentimen dari bursa utama dunia. Bursa saham global kompak menguat Jumat lalu waktu setempat, seiring The Fed mengonfirmasi memangkas suku bunga.
Pada pidato di acara tahunan Jackson Hole Symposium, Ketua The Fed Jerome Powell memberikan komentar bahwa sudah saatnya kebijakan diubah dan pemangkasan suku bunga semakin dekat. Hal ini ditopang oleh inflasi Negeri Paman Sam yang melanjutkan tren pelemahan yang semakin mendekati target 2% dan pasar tenaga yang 'mendingin', ditandai dengan tingkat
pengangguran di level tertinggi sejak Oktober 2021.
Mayoritas pelaku pasar masih melihat kecenderungan pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps, dengan probabilitas 76% untuk FOMC September mendatang.
Baca Juga
BI: Inflasi dalam Asumsi Makro RAPBN 2025 Sudah Perhitungkan Efek PPN 12%
Komentar dovish yang disampaikan Powell tersebut direspons positif di mayoritas bursa saham global. Seluruh indeks utama bursa AS ditutup pada area all time high (ATH).
"Penguatan paling signifikan terjadi pada indeks Nasdaq yang menguat 1,4%. Ini ditopang oleh emiten software dan produsen semi konduktor, menjelang rilis kinerja Nvidia," paparnya.
Bursa Eropa ikut mencatatkan penguatan, yang dipimpin oleh sektor perbankan dan industrial. Pemangkasan suku bunga The Fed menguntungkan bagi perekonomian Eropa, khususnya yang terpapar pinjaman kredit dengan bank AS.
Pekan ini, fokus pasar tertuju pada berbagai rilis data ekonomi AS seperti produk domestik bruto (PDB) kuartal II-2024. Selain itu, pemesanan barang tahan lama, dan inflasi PCE Juli.

