IHSG Potensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham INKP, SMGR, BRMS, BSDE, dan PWON
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas, dengan pergerakan diperkirakan di range 7.450-7.600 pada perdagangan hari ini. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Indah Kiat Pulp & Paper (INKP), Bumi Resources Minerals (BRMS), Bumi Serpong Damai (BSDE), Pakuwon Jati (PWON), serta Semen Indonesia (Persero) atau SMGR, .
“IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu berhasil ditutup menguat 0,54% ke level 7.520. Perdagangan akhir pekan berjalan dengan nilai transaksi minim, yaitu hanya Rp 7,6 triliun (rerata harian Rp 10 triliun),” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Senin (14/10/2024).
bursa utama dunia Jumat lalu waktu setempat. Sumber:: InvestasiKu.
Baca Juga
Penguatan IHSG secara bobot poin paling besar ditopang oleh sektor bahan baku, properti, dan energi. Investor asing tercatat melakukan net sell minim yaitu sebesar Rp 112 miliar, dengan 5 saham yang paling banyak dijual yaitu BBCA, ASII, BMRI, BBRI, dan CTRA.
"Sektor properti masih berpotensi lanjut menguat, khususnya yang berbasis landed house. Ini berkat ditopang oleh berbagai sentimen positif, yang terkini yaitu rencana Presiden terpilih Prabowo Subianto menghapuskan pajak pembelian properti hingga 16% pada tahun pertama hingga ketiga pemerintahannya," ujar Head of Research Mega Capital Sekuritas ini.
S&P 500 Rekor Lagi
Cheril juga menjelaskan kondisi bursa global Jumat lalu waktu setempat. Bursa saham Amerika Serikat dan Eropa kompak ditutup menguat pada akhir perdagangan pekan lalu.
"Bahkan, indeks S&P 500 berhasil mencetak rekor tertinggi baru di 5.800. Rilis kinerja kuartal III-2024 perbankan besar AS seperti JP Morgan dan Wells Fargo menjadi penopang rally," tuturnya.
Selain itu, rilis data ekonomi AS berupa Producer Price Index (PPI) September turun ke 1,8% year on year, dari 1,9% yoy pada Agustus. Hal ini turut menjadi sentimen positif bagi bursa saham global.
Merespons data tersebut, probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed di November mendatang sebesar 25 bps meningkat ke 90%, dari sebelumnya yang sempat ke 80%.
Baca Juga
Badai AS dan Kekhawatiran Israel-Iran Picu Lonjakan Harga Minyak 4%
Bursa Asia tercatat ditutup variatif. Indeks CSI 300 Tiongkok turun 2,7% Jumat lalu, seiring pelaku pasar menanti komentar menteri keuangan Tiongkok pada Sabtu 12 Oktober 2024, yang diharapkan akan merilis paket stimulus fiskal hingga US$ 283 miliar.
Namun, pada konferensi pers tersebut, Menkeu Tiongkok menolak memberikan rincian angka stimulus. Ia hanya memastikan penerapan paket kebijakan secara bertahap yang mencakup kenaikan signifikan pada penerbitan utang pemerintah untuk menyokong rumah tangga kelas bawah, mendukung pemulihan sektor properti, dan menambah modal bank pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sesuai target di 5%.
Hal tersebut diperkirakan akan memicu respons negatif pasar. Pasar tetap berhati-hati sambil mencermati perkembangan kebijakan terkini, data ekonomi, dan rilis produk domestik bruto (PDB) Tiongkok kuartal III-2024.
(Disclaimer on)

