Usai BBCA dan BMRI Melesat, Saatnya Giliran Saham BRI (BBRI) Ditopang Sentimen Ini
JAKARTA, investortrust.id – Sucor Sekuritas menyebutkan bahwa kekhawatiran pasar terhadap penurunan kualitas aset PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dinilai terlalu berlebihan. Sikap berlebihan tersebut sebagai pemicu utama lambatnya pemulihan harga saham bank BUMN terbesar ini dalam beberapa bulan terakhir.
“Kami menilai bahwa seluruh berita buruk BBRI telah berakhir, begitu juga dengan potensi penurunan rasio NPL sudah usai. Kini, NPL perseroan sudah stabil. Apalagi manajemen proaktif mengupayakan restrukturisasi dan memperketat managemen risiko untuk memperbaiki kualitas kredit,” tulis analis Sucor Sekuritas Edward Lowis dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Baca Juga
Asing Berlomba-Lomba Borong Saham BBCA dan BBRI, Bagaimana Penguatan Harganya?
Dia mengatakan, dengan posisi rasio LAR sebanyak 54%, BRI memiliki kemampuan untuk melawan berbagai risiko-risiko residual. Apalagi focus perseroan untuk meningkatkan kualitas aset.
Selain factor tersebut, dia mengatakan, perseroan terdorong kebijakan pemerintahan baru nanti yang mengedepankan kebijakan pertumbuhan yang bisa berdampak positif terhadap perseroan. Kebijakan pro pertumbuhan pemerintahanya mendatang memfokuskan peningkatan daya beli kelas menengah hingga menengah bawah.
Kebijakan tersebut, terang dia, akan berimbas terhadap peningkatan alokasi anggaran pemerintah untuk program social assistance, subsidi energi, dan kebijakan lainnya untu mengerek naik daya beli masyarakat. Dengan peningkatan pendapatan kelas menengah hingga menengah bawah, kredit BBRI akan terus bertumbuh dan kualitas aset terjaga dengan baik.
Baca Juga
Raup Laba Rp 29,9 Triliun, Saham BRI (BBRI) Dipertahankan Beli Dua Sekuritas Ini
Selain factor tersebut, dia mengatakan, harga saham bank papan atas di BEI berhasil menguat dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) telah bangkit hingga cetak rekor tertinggi baru dan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melesat lebih dari 10% dalam sebulan terakhir mendekati rekor tertinggi penutupan.
Estimasi Keuangan BBRI
Sumber: Sucor Sekuritas
“Bandingkan dengan saham BBRI masih jauh tertinggal atau di bawah harga tertingginya yang sempat menyentuh level Rp 6.400. Dengan focus manajemen dan dukungan kebijakan pemerintahan baru, BBRI berada di posisi paling baik dapatkan keuntungan dari penguatan ekonomi,” tulisnya.
Berbagai factor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 6.000. Target tersebut juga mempertimbangkan proyeksi kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 57,87 triliun tahun ini dan diharapkan melambung menjadi Rp 61 triliun tahun depan.
Grafik BBRI

