Single Stock Futures (SSF) Resmi Diluncurkan, Begini Keunggulan Produk Investasi Baru Ini
JAKARTA, investortrust.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan produk derivatif terbaru, yakni Single Stock Futures (SSF) atau kontrak berjangka saham. Produk ini memiliki sejumlah keunggulan, khususnya modal jauh lebih kecil dengan potensi keuntungan sama dengan saham.
SSF merupakan perjanjian atau kontrak antara dua belah pihak untuk menjual atau membeli suatu saham di masa depan dengan harga yang telah ditentukan.
Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 1 BEI Firza Rizqi Putra mengatakan, transaksi SSF dibutuhkan hanya sedikit modal saja yang dibentuk dalam initial margin dan ini akan membuat transaksi jauh lebih efektif, lebih efisien.
Baca Juga
BEI: 28 Perusahaan Antre IPO Saham, 4 Perusahaan Berskala Jumbo
“Jadi yang ingin melindungi portfolio investor itu sangat kecil modalnya dan juga untuk mendapatkan potential profit dari kenaikan ataupun penurunan harga itu jauh lebih kecil modalnya,” kata Firza dalam Edukasi Wartawan Pasar Modal secara daring, Kamis (22/8/2024).
Selain itu, adapun kontrak yang diterbitkan mencakup 15 seri efek yang menggunakan lima saham sebagai underlying, saham-saham tersebut meliputi ASII, BBCA, BBRI, MDKA, dan TLKM.
Kelima saham ini dipilih, kata Firza, berdasarkan likuditas dan pergerakan harganya relatif lebih menarik untuk dapat diinvestasikan oleh para investor di pasar modal Indonesia.
Baca Juga
Ingin Investasi Single Stock Futures? Simak Kelebihan dan Kekurangannya
“Kalau saham harganya Rp 4.000, maka modal transaksinya adalah Rp 400.000 dikalikan 1 lot. Kalau di SSF adalah 4% saja atau 25 kali jauh lebih murah, jadi 4% dikalikan Rp 400.000, kurang lebih Rp 16.000. Jadi jauh lebih murah, dibandingkan transaksi saham,” ucap Firza.
Sementara itu, fluktuasi pergerakan SSF bergantung pergerakan harga underlying saham serta permintaan dan penawaran. Sedangkan fluktuasi saham berdasarkan kondisi perusahaan dan pasar.
Kemudian dari sisi jam perdagangan tidak ada perbedaan dengan saham, yang berbeda adalah untuk perdagangan single stock futures tidak mempunyai sesi pre open, sesi pre closing, dan sesi post trading.
Baca Juga
Terlalu Murah! Target Harga Saham Astra (ASII) Direvisi Naik
“Jadi seluruh perdagangan di single stock futures akan dilakukan menggunakan mekanisme continuous auction,” tuturnya.
Firza berharap, SSF yang merupakan produk baru dari BEI dapat melengkapi existing product yang saat ini sudah ada dan menjawab kebutuhan para investor untuk terus dapat mengoptimalkan portfolio dan mengoptimalkan investasi di pasar modal Indonesia.

