Usai ATH, IHSG masih Bisa Melaju ke Level 7.700
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat ke level tertinggi baru sepanjang masa atau all time high (ATH) pada sesi I perdagangan Senin (20/8/2024) ke level 7.517,01 atau menguat 50,18 poin (0,67%). Penguatan tersebut juga diikuti dengan derasnya aliran modal asing ke pasar saham domestic.
Head of Research PT Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan, IHSG diprediksi masih memiliki tenaga untuk melaju menuju level 7.700 sampai akhir tahun ini.
“Dengan kondisi seperti ini kemungkinan kita kembali menggunakan target level IHSG di kondisi konservatif, yaitu dengan target sama tahun 2023, yaitu kisaran 7700,” ujar Valdy pada investortrust.id, Senin (20/8/2024).
Baca Juga
Ditopang Sentimen Pemangkasan The Fed dan Transisi Pemerintah Berjalan Mulus, IHSG ATH!
Menurutnya, penguatan IHSG hari ini dipicu oleh beberapa faktor, seperti eksternal dan internal. Dari eksternal, data ekonomi AS menunjukan perbaikan, sehingga meredam kekhawatiran resesi yang sempat mencuat di awal Agustus 2024. Selain itu, The Fed hampir dipastikan memangkas suku bunga acuan pada September 2024.
“Kondisi ini berdampak positif ke pasar modal Indonesia yang tercatat membukukan akumulasi net buy sampai dengan Rp 5 triliun sejak awal Agustus 2024. Sejalan dengan hal tersebut, nilai tukar Rupiah juga cenderung menguat ke kisaran Rp15.500 per dolar AS,” terangnya.
Valdy bilang, kondisi-kondisi tersebut dinilai memperbesar ruang Bank Indonesia (BI) untuk melakukan pemangkasan suku bunga acuan di September 2024. Bahkan terdapat spekulasi bahwa BI berpeluang memangkas suku bunga acuan di bulan Agustus 2024.
Baca Juga
BEI: 28 Perusahaan Antre IPO Saham, 4 Perusahaan Berskala Jumbo
Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa sektor yang menjadi movers utama adalah saham sektor perbankan, khususnya bank-bank berkapitalisasi besar, seperti BBCA, BBNI, BBRI dan BMRI. “Dengan kinerja sektor Perbankan yang relatif solid, serta potensi katalis positif di atas, sektor ini masih potensial di sisa 2024,” tutup Valdy.
Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Wilastita Muthia Sofi dan Erindra Krisnawan mengatakan, IHSG BEI optimistis menuju level 7.680 sampai akhir tahun. Target tersebut mempertimbangkan transisi pemerintahan berjalan mulus atau smooth.
“Kami menilai transisi pemerintah berjalan dengan baik yang ditunjukkan rancangan APBN tahun 2025 yang memasukkan anggaran makan bergizi gratis dan memberikan ruang bagi pemerintahan baru untuk mengalokasikan belanja lebih lanjut,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Baca Juga
Margin Keuntungan Tumbuh Lebih Pesat, Target Saham Kalbe Farma (KLBF) Dinaikkan
Di tengah transisi pemerintah baru yang berjalan mulus, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, saham sektor telekomunikasi dan batu bara. Saham TLKM direkomendasikan beli dengan target harga Rp 4.250 dan saham ISAT direkomndasikan beli dengan target harga Rp 13.300.
Begitu juga dengan saham emiten batu bara masih menarik, menurut BRI Danareksa Sekuritas, seiring dengan peluang pemangkasan royalty akibat penurunan harga jual batu bara. Hal ini tercermin dari penurunan target pendapatan pemerintah dari batu bara dan sumber daya alam tahun 2025. Saham ADRO tercatat sebagai saham pilihan teratas.
“Secara keseluruhan, kami menargetkan IHSG bisa mencapai level 7.680 sampai akhir tahun. Target tersebut mempertimbangkan transisi pemerintah berjalan mulus,” tulis riset tersebut.
Grafik IHSG

