IHSG Sesi I Ditutup Terbang ke ATH Baru 7.517, Saham Emiten Hary Tanoe Cuan Jumbo
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (20/8/2024), ditutup melesat ke level tertinggi baru atau all time high (ATH) 7.517. Penguatan tersebut sejalan dengan lompatan mayoritas sektor saham.
Data BEI menyebutkan IHSG ditutup naik 50,19 poin (0,67%) menjadi 7.517,02. Pergerakan indeks dalam rentang 7.466-7.533 dengan nilai transaksi Rp 5,44 triliun. Sedangkan saham dengan penguatan paling pesat berasal dari emiten miliki Hary Tanoesoedibjo, MSKY dan BABP.
Baca Juga
Margin Keuntungan Tumbuh Lebih Pesat, Target Saham Kalbe Farma (KLBF) Dinaikkan
Penopang utama penguatan indeks berasal dari saham sektor konsumer primer 1,38%, sektor keuangan 1,08%, sektor infrastruktur 0,74%, sektor teknologi 0,63%, sektor konsumer non primer 0,71%, dan sektor industri 0,41%. Sebaliknya saham sektor material dasar turun tipis 0,09%.
Di tengah penguatan IHSG hingga ATH, sejumlah saham ini lanjutkan lompatan harga saham PT Victoria Investama Tbk (VICO) menguat 31,94% menjadi Rp 190, PT MN Sky Vision Tbk (MSKY) naik 30,59% menjadi Rp 111, dan PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) menguat 28,81% menjadi Rp 76.
Lompatan harga juga melanda saham PT Golden Flower Tbk (POLU) naik hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 24,53% menjadi Rp 660 dan saham PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) menguat 23,08% menjadi Rp 352. Penguatan juga melanda saham PT Green Power Group Tbk (LABA) menguat 17,19% menjadi Rp 450.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam melanda saham berikut, yaitu PT Dosni Roha Indonesia Tbk (ZBRA), PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL), PT Semacom Integrated Tbk (SEMA), dan PT Gowa Makassar Tourism Developments Tbk (GMTD).
Baca Juga
Jokowi Apresiasi Kerja KPU, Belum Hilang Lelah Pemilu Sudah Masuk Pilkada 2024
Kemarin, IHSG ditutup ke rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) dengan kenaikan 34,74 poin (0,47%) menjadi 7.466,83. Pemodal asing kembali mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 599,53 miliar.
Penguatan indeks ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor konsumer primer naik 3,31%, sektor industri naik 1,17%, sektor keuangan 0,65%, sektor transportasi 0,41%, dan sektor material dasar 0,66%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan 0,45%, sektor infrastruktur 0,44%, dan sektor energy 0,06%.
Grafik IHSG

