Mentan Amran Optimistis Merauke Jadi Lumbung Pangan Dunia, Ini Upaya yang Dilakukan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan Merauke sebagai lumbung pangan dunia.
Demikian penjelasan Andi AMran saat menggelar kunjungan kerjanya di Distrik Wanam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Amran menekankan, Merauke diproyeksikan menjadi sumber utama pemenuhan kebutuhan beras nasional dalam dua tahun ke depan.
Baca Juga
Dilema Pupuk Bersubsidi dalam Ketepatan Sasaran dan Pertanian Berkelanjutan
“Kita optimis dua tahun ke depan swasembada plus dimulai dari sini," ucap Menteri Amran dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/8/2024).
Guna mencapai target itu, Amran mengatakan, pemerintah akan terus mengevaluasi terhadap progres optimalisasi lahan rawa seluas 40 ribu hektar yang tersebar di enam distrik. Hingga saat ini, konstruksi sudah mencapai lebih dari separuhnya, dengan olah tanah dan tanam telah mencapai 6.500 hektar.
Proses tanam padi akan terus berlanjut seiring selesainya panen dan konstruksi infrastruktur pertanian, seperti saluran, jembatan, dan jalan. Kemudian, Amran juga meninjau pembangunan jalan sepanjang 135,5 km dari Ilwayab hingga Ngguti, yang menjadi pendukung utama program cetak sawah seluas 1 juta hektar.
“Ini kita desain sebagai long storage untuk mengairi 1 juta hektar sawah yang kita cetak," ungkap Mentan Amran.
Baca Juga
Harga Komoditas Pertanian Naik, Volume Impor Beras Indonesia Melonjak 165,27%
Selain itu, Menteri Amran menginstruksikan, pembuatan plot pertanaman padi seluas satu hektar di sepanjang jalan setiap lima kilometer. Plot ini akan menjadi bukti kesesuaian lahan di Merauke untuk mendukung pertumbuhan padi.
Tidak hanya itu, optimalisasi lahan tahap pertama di distrik Merauke, Tanah Miring, Semangga, Kurik, Janggebob, dan Malind akan diperluas dari 40 ribu hektar menjadi 100 ribu hektar. Untuk mempercepat target ini, 70 ekskavator dimobilisasi, dan tambahan 20 combine harvester besar serta benih segera direalisasikan.
"Saya akan ke sini lagi dua minggu dari sekarang, kapan perlu minggu depan, untuk evaluasi kemajuannya," terang Mentan Amran.

