PIK2 (PANI) Realisasikan Private Placement, Mengapa Pergerakan Harga Saham masih Cenderung Stagnan?
JAKARTA, investortrust.id – PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 menggelar penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) secara bertahap. PMTHMETD direaliasikan dalam dua tahap dengan jumlah saham berbeda-beda.
PMTHMETD I menerbitkan sebanyak 787,433.700 saham dengan harga pelaksanaan Rp 5.200 per saham, sehingga total dana yang diraup Rp 4,09 triliun. Private placement PMTHMETD I akan dilaksanakan hari ini dengan pembeli PT Mulia Artha Pratama yang juga bertindak sebagai pengendali.
Perseroan kemudian melanjutkan PMTHMED II dengan total saham yang diterbitkan sebanyak 469.011.800 dengan harga pelaksanaan Rp 5.200 per saham pada 22 Agustus. PT Mulia Artha Pratama selaku pengendali menjadi pembelai seluruh saham tersebut dengan total dana Rp 2,43 triliun.
Baca Juga
Optimisme Jelang Private Placement, Bagaimana Prospek Saham PIK2 (PANI)?
PT Multi Artha Pratama merupakan perusahaan dikendalikan Sugianto Kusuma atau dikenal dengan Aguan bersama dengan Salim Grup.
Berdasarkan data registrasi pemegang saham, Multi Artha bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 89,2% saham PANI. Dengan demikian, total kepemilikan saham PANI yang digenggam Multi Artha akan lebih dari 95% saham setelah private placement tersebut.
Meksi menggelar PMTHMETD, pergerakan harga saham PANI terpantau cenderung bergerak stagnan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PANI ditutup menguat dari level akhir Juli 2024 Rp 5.325 menjadi Rp 5.450 akhir pekan lalu atau hanya naik tipis. Pergerakan tersebut berbanding dengan penambahan saham yang telah dilakukan sebelumnya dengan kencenderungan naik.
Sementara itu, Analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo mengatakan, private placement PIK2 diharapkan berimbas positif terhadap nilai aset bersih (NAV) dan kinerja keuangan keuangan ke depan.
Baca Juga
Apabila dana tersebut dimanfaatkan untuk penambahan cadangan lahan dengan harga pembelian Rp 2,5 juta per meter persegi, dia menilai, NAV perseroan berpotensi bertambah pesat dengan asumsi harga jual lahan setelah dikembangkan menjadi Rp 15 juta per meter persegi.
Dengan adanya penambahan cadangan lahan yang bersumber dari private placement, tidak menutup kemungkinan PANI akan menggelar penerbitan saham baru atau rights issue kembali tahun ini dengan target paling dekat November 2024. Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham PANI dengan target harga Rp 7.225 per saham.
Grafik Saham PANI

