Goldman Sachs Targetkan Lansir 3 Proyek Tokenisasi Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id - Goldman Sachs akan meluncurkan tiga proyek tokenisasi di tahun 2024. Langkah ini memungkinkan bank investasi multinasional asal Amerika Serikat (AS) tersebut menawarkan keunggulan baru dibanding kompetitor.
Melansir Beincrypto, Sabtu (13/7/2024), Kepala Aset Digital Goldman Sachs Mathew McDermott mengungkapkan, upaya ini untuk memenuhi kebutuhan akan meningkatnya minat klien institusional terhadap aset digital.
“Tokenisasi dan mengubah aset dunia nyata (real world asset/RWA) menjadi token digital merupakan peluang bagi Goldman Sachs untuk membentuk pasar untuk aset tokenisasi, meningkatkan kecepatan transaksi, dan diversifikasi jenis aset yang tersedia untuk agunan,” ujarnya.
Baca Juga
Simak Wejangan Penting JP Morgan dan Goldman Sachs Soal Halving Bitcoin !
Tokenisasi RWA melibatkan konversi aset berwujud seperti obligasi, riil estat, dan utang menjadi token digital pada jaringan blockchain. Konsep ini pun mendapat perhatian utama.
Peluncuran tiga proyek tokenisasi ini, lanjut Mathew, direncanakan akan fokus di pasar AS pada tahap awal. Kompleksitas dana AS dan khususnya penerbitan utang Eropa, akan menjadi fokus utama pemanfaatan blockchain private untuk kepatuhan regulasi.
Dikatakan dia, dengan langkah ini Goldman Sachs mengikuti jejak pelaku keuangan tradisional atau tradisional finance (TradFi) lainnya seperti BlackRock, Franklin Templeton, dan Fidelity yang juga merambah industri kripto.
Baca Juga
Dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) spot mereka, antara lain, mendorong bitcoin ke Wall Street yang membuka eksposur bagi pelaku pasar institusional. Namun berbeda dengan para pesaing, Goldman Sachs menargetkan ceruk pasarnya di nasabah ritel yang fokus pada blockchain publik.

