Bank DKI Pertahankan Peringkat idAA dengan Prospek Stabil
JAKARTA, investortrust.id – Lembaga pemeringkat efek, Pefindo menetapkan peringkat idAA dengan prospek stabil kepada PT Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta atau Bank DKI. Peringkat terbaru ini berlaku untuk periode 10 Juli 2024 hingga 1 Juli 2025.
Sebelumnya pada Juni 2023 lalu Pefindo menetapkan peringkat yang sama pada Bank DKI. Obligor dengan peringkat idAA dinilai memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya dibandingkan terhadap obligor Indonesia lainnya.
Baca Juga
“Peringkat tersebut mencerminkan kemungkinan yang kuat akan adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI) sebagai pemegang saham pengendali, posisi pasar Bank DKI yang sangat kuat, dan profil permodalan yang sangat kuat,” ulas Analis Pefindo Reza Firdaus dan Hanif Pradipta dalam laporan peringkat terbaru Bank DKI yang dikutip, Jumat (9/8/2024).
Lebih lanjut dikatakan, peringkat dibatasi oleh persaingan yang ketat di luar pasar captive dan profil kualitas aset yang moderat.
Peringkat dapat dinaikkan jika Bank DKI dapat memperkuat profil bisnisnya secara substansial dan konsisten, yang harus disertai dengan peningkatan yang signifikan dalam profil keuangannya.
Performa Keuangan Bank DKI
Sebaliknya, peringkat dapat diturunkan jika profil bisnis Bank DKI mengalami pelemahan yang signifikan, yang dapat berasal dari hilangnya eksistensi di pasar.
Baca Juga
“Tekanan ke bawah terhadap peringkat juga dapat berasal dari penurunan yang signifikan dari profil keuangan secara keseluruhan, terutama kualitas kredit, dan jika terdapat indikasi berkurangnya tingkat dukungan dari Pemprov DKI,” ulas Pefindo.
Bank DKI adalah bank pembangunan daerah (BPD) di DKI Jakarta yang menawarkan jasa perbankan yang lengkap meliputi korporasi, komersial, konsumen, ritel/mikro, jasa perbendaharaan dan syariah.
Per 31 Maret 2024, struktur kepemilikan Bank DKI terdiri dari Pemprov DKI (99,98%) dan Perumda Pasar Jaya (0,02%).

