Outlook Kinerja Mayora (MYOR) Terus Menguat, Bagaimana dengan Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – Manajemen PT Mayora Indah Tbk (MYOR) memperkirakan berlanjutnya pertumbuhan penjualan kuat pada kuartal II-2024 yang ditunjukkan kenaikan penjualan dua digit bulan April dan Mei 2024. Sedangkan pertumbuhan penjualan Juni diperkirakan lebih rendah setelah memasuki liburan sekolah.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan natalian Sutanto dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu, menyebutkan bahwa penjualan ekspor perseroan ke Malaysia dan Tiongkok juga mulai bangkit. Ekspor ini diperkirakan makin kuat memasuki semester II tahun 2024 atau menjelang perayan Mooncake Festival.
Baca Juga
Jadwal Dividen Jumbo Mayora Indah (MYOR) Rp 1,22 Triliun, Tanggal Penting 24 Juni 2024
Selain kenaikan penjualan, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, MYOR telah mulai menyesuaikan rata-rata harga jual beberapa produk sejak kuartal II tahun ini. Penyesuaikan dilakukan secara bertahap dan diharapkan kenaikan harga jual di tingkat konsumen mulai naik pada Juli maupun Agustus tahun ini.
Estimasi Keuangan MYOR
Kenaikan harga jual produk tersebut diharapkan mulai berimbas terhadap peningkatan margin keuntungan MYOR pada kuartal tiga tahun depan. Sedangkan kuartal II tahun ini diperkirakan masih dilanda penurunan margin keuntungan akibat kenaikan harga bahan baku dan harga jual produk yang stagnan.
Selain faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas memyebutkan, MYOR didukung peluncuran produk baru berkisar 5-10 produk tahun ini setelah dituntaskan penambahan kapasitas produksi baru. Penambahan ini mempertimbangkan ruang yang besar untuk peningkatan pangsa pasar produk wafer dan permen.
Baca Juga
Target Saham Mayora (MYOR) Dipangkas Saat Kinerja Tumbuh, Ada Apa?
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham MYOR dengan target harga Rp 3.200. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan PE tahun 2024 sekitar 21,3 kali. Target tersebut juga mempertimbangkan peningkatan kontribusi penjualan ekspor terhadap pendapatan berksiar 45%.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih MYOR menjadi Rp 3,36 triliun tahun 2024, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 3,19 triliun. Sendangkan pendapatan diperkirakan naik dari Rp 31,48 triliun menjadi Rp 33,94 triliun.
Grafik Saham MYOR

