Saham Bank Mandiri (BMRI) Melesat Ungguli Bank Papan Atas, Bagaimana Pandangan Analis Prospeknya?
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) bergerak melesat sebanyak Rp 275 (4,30%) menjadi Rp 6.675. BMRI tercatat sebagai saham emiten bank papan atas dengan penguatan harga tertinggi sepanjang sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/8/2024).
Bahkan, saham BMRI sempat naik menembus level tertinggi intraday hari ini Rp 6.700, meski penutupan sesi I, saham bank pelat merah ini naik Rp 250 (3,91%) menjadi Rp 6.650. Sedangkan tiga bank papan atas lainnya, yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) hanya naik 0,24%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 1,28%, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat 1,11% pada sesi I hari ini.
Baca Juga
Begini Jurus Bank Mandiri Hadapi Tren Suku Bunga Tinggi dan Pelemahan Rupiah
Lompatan harga tersebut terjadi setelah perseroan mengumumkan kenaikanlaba bersih konsolidasi sebanyak 5,23% menjadi Rp 26,55 triliun pada semester I-2024. Sedangkan laba bersih bank dengan logo pita emas tersebut secara individu melesat 7,15% menjadi Rp 24,64 triliun.
Kenaikan laba ini sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit mencapai 20,46% di semester I 2024 menjadi Rp 1.532,35 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1.272,07 triliun. Kenaikan kredit terjadi hampir di semua lini, termasuk piutang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan dari entitas anak, yang naik 20,46% yoy menjadi Rp 1,53 triliun.
Meskipun penyaluran kredit terus naik, perseroan berhasil menjaga rasio kredit macet atau non-performing loan (NPL) secara konsolidasian pada kisaran 1,16%. Rasio NPL gross berada di angka 1,01%, menurun dari 1,53% per Juni 2023. Namun, rasio NPL net meningkat dari 0,29% per Juni 2023 menjadi 0,35% per Juni 2024.
Baca Juga
Melesat di Paruh Pertama 2024, Bank Mandiri Revisi ke Atas Target Kredit Jadi 15-18% di Tahun Ini
Lalu, apakah potensi penguatan harga bakal berlanjut? Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini, saham BMRI tetap dipertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 7.400.
Target harga tersebut mencerminkan pertumbuhan laba bersih semester I-2024 sudah sesuai dengan estimasi. “Raihan laba bersih tersebut sudah sesuai dengan ekspektasi kami, yaitu merepresentasikan 47% dari target tahun ini yang diberikan Mandiri Sekuritas dan 48% dari target yang diberikan consensus analis,” tulisnya dalam riset tersebut.
Rekomendasi saham tersebut juga menggambarkan keberhasilan Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan kredit yang pesat sebanyak 20% dan penurunan biaya kredit (CoC) sepanjang semester I-2024. Target tersebut juga mempertimbangkan revisi naik kredit oleh manajemen BBRI dari 13-15% menjadi 16-18%.
Terkait target kinerja keuangan BMRI tahun ini, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kenaikan laba berlanjut dengan target menjadi Rp 56,81 triliun. Sedangkan pendapatan bunga diestimasi meningkat menjadi Rp 101,42 triliun. Sedangkan NIM diperkirakan mencapai 4,9%.
Grafik Saham BMRI

