BSI (BRIS) Ungguli Bank Papan Atas, Bagaimana dengan Potensi Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) tercatat sebagai bank dengan kenaikan laba bersih paling pesat di antara bank-bank papan atas lainnya. Sinarmas Sekuritas menyebutkan peneingkatan laba tersebut sudah sesuai dengan perkiraan.
BRIS berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih sebanyak 20,3% menjadi Rp 3,93 triliun pada semester I-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 2,82 triliun. Kenaikan tersebut sejalan dengan pendapatan bagi hasil yang pesat dari Rp 11,31 triliun menjadi Rp 12,64 triliun.
Analis Sinarmas Sekuritas Ivan Purnama Putera mengatakan, BRIS tercatat sebagai bank papan atas dengan tingkat pertumbuhan laba bersih paling pesat pada paruh pertama tahun ini. Realisasi laba tersebut sudah sewsuai dengan 53% dari target yang ditetapkan Sinarmas Sekuritas.
Baca Juga
Usai Umumkan Lompatan Laba, Begini Prospek dan Target Saham BSI (BRIS)
“Kami memperkirakan BRIS mampu untuk mencapai target pertumbuhan kinerja keuangan yang ditetapkan Sinarmas tahun ini, seiring dengan keberhasilan perseroan mempertahankan kenaikan pendapatan bagi hasil yang kuat, pendapatan non bagi hasil, dan privisi turun,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, beberapa hari lalu.
Lompatan kinerja keuangan tersebut, terang dia, sejalan dengan pertumbuhan pesat pembiayaan perseroan mencapai 16% menjadi Rp 256,8 triliun pada semester I-2024. Dengan peyumbang pertumbuhan paling pesat datang dari segmen konsumer.
Sedangkan dari sisi simpantan, dia mengatakan, menunjukan perutmbuhan pesat mencapai 17,5%. Pertumbuhan kuat tersebut didukung terus bertumbuh, seiring masih besarnya potensi penyerapan dana dari simpanan Haji. Berdasarkan adta manajemen masih terbuka potensi pembukaan sebanyak 8-10 juta nasabah simpanan Haji.
Sedangkan dari sisi kualitas aset, dia mengatakan, BRIS berhasil ciptakan perbaikan menjadi 2% pada kuartal II-2024. Angka tersebut lebih rendah dari perkiraan manajemen NPF di bawah 2%. Begitu juga dengan biaya kredit menunjukkan perbaikan dengan penurunan sebanyak 56 bps.
Baca Juga
Pembiayaan dan DPK Tumbuh, Laba BSI Naik 20,28% Jadi Rp 3,4 Triliun di Semester I 2024
Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BRIS dengan target harga Rp 3.130 per saham. Target tersebut menggambarkan perkiraan PB tahun 2025 sekitar 2,8 kali.
“Target harga tersebut menggambarkan keberhasilan perseroan untuk mempertahankan kinerja keuangan tetap solid ditambangkan potensi besar simpanan Hajj,” tulisnya.
Sinarmas Sekuritas meneargetkan kenaikan laba bersih BRIS menjadi Rp 6,42 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 5,70 triliun. Total pendapatan bagi hasil diharapkan meningkat dari Rp 23,15 triliun menjadi Rp 25,90 triliun.
Saham BRIS

