Bank Mandiri (BMRI) Penyumbang Terbesar Net Buy Saham Mtd, Bagaimana Prospeknya?
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing gencar merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham di seluruh pasar bernilai Rp 5,42 triliun terhitung sejak 1-16 Agustus 2024. Sedangkan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tercatat sebagai penyumbang terbesar mencapai Rp 2,98 triliun atau lebih dari 54% terhadap total net buy saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Aksi borong pemodal asing terhadap saham bank pelat merah ini juga berimbas terhadap lompatan harga saham BMRI sepanjang bulan berjalan (mont to date/mtd) Agustus dari Rp 6.400 menjadi Rp 7.075. Meski demikian, harga tersebut belum capai rekor tertingginya Rp 7.500 pada 15 Maret 2024.
Baca Juga
Kredit Bank Mandiri (BMRI) Tumbuh 20,5%, Jauh di Atas Rerata Industri di Kuartal II-2024
Empat saham dengan net buy terbanyak mtd juga disumbangkan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencapai Rp 809,10 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 697,23 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 333,52 miliar, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 238,85 miliar.
Sebaliknya lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak oleh pemodal asing periode mtd, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 642,81 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 265,86 miliar, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp 261,13 miliar, PT VKTR Technologies Tbk (VKTR) R193,11 miliar, dan PT Sarana Menara Infrastrukture Tbk (TOWR) Rp 176,61 miliar.
Tercatat sebagai saham dengan torehan net buy terbanyak Agustus berjalan, bagaimana dengan prospek saham BMRI? Sinarmas Sekuritas dalam riset yang diterbitkan pekan lalu telah merevisi naik prospek dan target harga saham BMRI setelah membukukan kinerja keuangan mengesankan sepanjang semester I-2024, khususnya pertumbuhan kredit yang kuat jauh di atas rata-rata perbankan.
Sinarmas Sekuritas dalam riset perkembangan kinerja keuangan dan target saham yang diterbitkan kemarin, hanya saham BMRI yang direvisi naik dari rekomendasi add menjadi buy dengan target harga direvisi naik dari semula Rp 7.275 menjadi Rp 8.600.
Baca Juga
Bank Mandiri (BMRI) Catat Rekor Rasio CASA Tertinggi Sebesar 79,7% di Kuartal II-2024
Analis Sinarmas Sekuritas Arief Machrus dalam riset tersebut menyebutkan bahwa, revisi naik tersebut menggambarkan keberhasilan Bank Mandiri (BMRI) mencatatkan pertumbuhan kredit yang mengesankan sebanyak 20,5% pada semester I-2024 menjadi Rp 1.532 triliun. Lonjakan tersebut mendorong manajemen untuk merevisi naik target pertumbuhan kredit tahun ini menjadi sekitar 16-18%.
“Kami menetapkan saham BMRI sebagai pilihan teratas untuk saham sektor perbankan didukung kinerja keuangan yang kuat dan valuasi yang menarik hingga kini,” tulisnya.
Grafik Saham BMRI Mtd

