Bos BEI: Perdagangan Karbon di IDX Tembus 600 Ribu ton
JAKARTA, investortrust.id – Bos Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan bawa total volume perdagangan karbon di bursa karbon Indonesia (IDX Carbon) telah menembus angka 600.000 ton hingga pertengahan tahun 2024.
“Setelah diluncurkan hingga saat ini, IDX karbon telah memperdagangkan lebih dari 600 ribu ton unit karbon secara CO2 (tCO2e) dengan nilai transaksi melebihi Rp 36 miliar,” ujar Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam pembukaan Road to Sustainable Reaction for the Future Economy (SAFE) di Main Hall Gedung BEI, Senin (22/7/2024).
Baca Juga
Berdasarkan data Otoritas jasa keuangan (OJK) per Juni 2024, jumlah karbon yang diperdagangkan di bursa karbon Indonesia mencapai 608.427 tCO2e dengan nilai total Rp 36,79 miliar.
Sebagai informasi, BEI telah membentuk bursa karbon Indonesia atau indeks karbon 26 September 2023, guna mendukung upaya pemerintah untuk mencapai net zero emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.
Pada medio yang sama, pengguna jasa atau investor di bursa karbon Indonesia juga diklaim telah berkembang. Saat bursa ini diluncurkan, jumlah pengguna jasa hanya berkisar 16 pihak investor maupun penjual. Namun hingga Juni 2024, jumlahnya meningkat menjadi hampir 70 pengguna jasa.“Kami optimistis, IDX karbon akan terus berkembang membantu Indonesia, baik secara ekonomi maupun lingkungan dalam mencapai target NZE,” imbuh Iman.
Sebagai upaya mendorong perusahaan tercatat menjadi contoh di pasar modal Indonesia, BEI juga telah menyediakan lima indeks saham terkait ESG. Hal ini diharap mampu memberikan insentif pengurangan biaya pencatatan untuk obligasi terbawasan lingkungan.
BEI pun bekerja sama dengan lembaga penilai ESG internasional untuk melakukan layanan ESG atas perusahaan tercatat di BEI, maupun pelayanan ESG scoring bagi BEI.
Baca Juga
Bursa Karbon Minim Transaksi, OJK: Perlu Kerja Sama Erat Lintas Lembaga
Self Regulatory Organizations (SRO) tersebut kemudian mengungkap pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s) Indonesia pada 2023. Meski naik sedikit, Indonesia mampu mencatatkan skor 70,16 dari skala 100 dalam pencapaian SDGs. Sedangkan tahun sebelumnya Indonesia memperoleh nilai 69,16. “Progres pencapaian SDG’s di Indonesia pada 2023 telah menunjukkan peningkatan meskipun masih menghadapi berbagai tantangan,” sambung Iman.
SDG’s Report 2023 yang dirilis United Nation (PBB) mencatatkan, pada peringkat global, Indonesia berada di posisi 75 dari 166 negara yang dinilai.“Oleh karena itu, untuk mendorong pencapaian SDGs, membutuhkan kolaborasi yang baik dari kalangan pelaku bisnis dan juga regulator,” menurut dia.

