Lion Air Bidik IPO Saham US$ 500 Juta, BEI Ungkap Fakta Ini
JAKARTA, investortrust.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan belum menerima dokumen dari PT Lion Mentari Airlines atau Lion Air terkait rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dengan target dana US$ 500 juta.
Bloomberg sebelumnya memeberikan bahwa Lion Air tengah mempertimbangkan untuk penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Indonesia. Perseroan membidik dana hingga US$ 500 juta.
Baca Juga
United Bike (UNTD) Gelar Bookbuilding, Bidik Dana IPO Rp 400 Miliar
Aksi tersebut rencananya digelar akhir tahun ini. Namun hingga kini, perseroan belum mengungkap lebih detil rencana pelaksanaan IPO saham tersebut maupun informasi terkait jumlah saham yang bakal dilepas.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, BEI belum menerima laporan dokumen rencana IPO saham Lion Air. Bahkan, Lion Air belum masuk dalam pipeline IPO.
"Belum ada (dokumen proposal IPO Lion Air), di pipeline yang tercatat saat ini udah 26 itu relatif lebih banyak dari tahun sebelumnya, yang prosesnya masih berlangsung," ujar Nyoman saat ditemui di Gebung BEI, Senin, (15/1/2024).
Baca Juga
Mandiri Sekuritas Optimistis Dana IPO Saham Tahun Ini Meningkat
Sebelumnya, BEI membidik jumlah perusahaan tercatat di bursa pada 2024 bertambah 62 perusahaan. Target ini turun atau lebih sedikit dibandingkan realisasi 2023 yang mencapai 79 perusahaan.
Target lebih tinggi yang dimaksud, antara lain peningkatan likuiditas perdagangan dengan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) Rp 12,25 triliun pada 2024. Sedangkan target penerbitan produk investasi secara total 230 pencatatan efek, merujuk rencana kerja dan anggaran tahunan (RKAT) bursa.(CR-5)

