Pengendali Ini Lepas 300 Juta Saham Bank Ganesha (BGTG) di Atas Harga Pasar
JAKARTA, investortrust.id – PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) selaku pemegang saham pengendali PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) melepas sebagian kepemilikannya di atas harga pasar saham bank tersebut.
Dikutip dari surat laporan transaksi saham kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Direksi PT Equity Development Investment menyampaikan, jumlah saham yang dijual mencapai 300 juta lembar atau 1,25% pada harga Rp 83 per saham.
Artinya, melalui transaksi tersebut GSMF mengantongi dana sebesar Rp 24,90 miliar. ‘’Transaksi divestasi saham milik GSMF pada BGTG dilakukan melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 8 Januari 2024,’’ urai Direksi GSMF yang dikutip, Selasa (9/1/2024).
Baca Juga
Sebagai catatan, pada penutupan perdagangan pasar saham hari ini, Selasa (9/1/2024), saham BGTG berada pada level Rp 78 per saham, mengalami penguatan 1,30% dari harga penutupan pasar sebelumnya, mencerminkan penjualan saham milik GSMF di atas harga pasar.
Setelah transaksi tersebut terjadi, GSMF masih memiliki sebanyak 8,04 miliar lembar saham Bank Ganesha, mencerminkan kepemilikan sebesar 33,525% dari total saham BGTG dengan status kepemilikan langsung.
Direksi GSMF mengklaim tujuan divestasi saham tersebut dilakukan untuk meningkatkan jumlah kepemilikan saham publik yang diperhitungkan sebagai floating shares untuk perdagangan di BEI.
Baca Juga
Ekonomi Makro Stabil, OJK Proyeksi Kredit Perbankan Tumbuh Dua Digit di 2024
Sebagai catatan, Bank Ganesha membukukan laba bersih tahun berjalan Rp 65,03 miliar per September 2023. Angka tersebut bertumbuh 99,50% secara year on year (yoy). Pada periode yang sama tahun 2022, Perseroan mencatat laba bersih tahun berjalan Rp 32,59 miliar.
Pertumbuhan laba bersih disokong oleh peningkatan pendapatan bunga sebesar 39,51% menjadi Rp 426,64 miliar dibanding Rp 305,81 miliar. Adapun beban bunga bank ini turun 3,88% yoy menjadi Rp 97,14 miliar.
Dengan begitu jumlah pendapatan Bungan bersih yang diperoleh Bank Ganesha mencapai 329,49 miliar atau meningkat 55,20% yiy dari Rp 212,30 miliar di September 2022.

