Laba Bersih PGN (PGAS) Tumbuh 17,3% Jadi US$397,25 Juta hingga September 2026
JAKARTA, investortrust.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 17,3% menjadi US$ 397,25 juta hingga 30 September 2026, dibandingkan US$ 338,61 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 September 2026, pertumbuhan laba PGN ditopang oleh peningkatan pendapatan, kenaikan laba bruto, serta perbaikan laba operasi. PGAS mencatatkan pendapatan sebesar US$ 3,02 miliar selama sembilan bulan pertama 2026, meningkat 3,3% dibandingkan US$ 2,92 miliar pada periode yang sama 2025.
Baca Juga
Tragedi Oktober di BEI! Rp 1.833 Triliun Kapitalisasi Pasar Menguap, Asing Kabur Rp 17 Triliun
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, beban pokok pendapatan meningkat relatif terbatas sebesar 1,1% menjadi US$2,45 miliar dari US$2,42 miliar. Kondisi tersebut mendorong laba bruto PGN naik 13,7% menjadi US$571,14 juta dibandingkan US$502,18 juta pada periode sebelumnya.
Dari sisi operasional, PGN membukukan laba operasi sebesar US$436,19 juta, tumbuh 13,9% dibandingkan US$383,09 juta hingga September 2025. Peningkatan tersebut didukung oleh penurunan beban umum dan administrasi menjadi US$118,17 juta dari US$122,80 juta. Namun, beban lain-lain meningkat menjadi US$30,69 juta dibandingkan US$19,19 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
IHSG Ambruk 7,03% Pekan Ini, Saham MKNT Justru Terbang 83,33%
Selain itu, PGN mencatatkan bagian laba dari ventura bersama sebesar US$69,31 juta, meningkat dibandingkan US$62,14 juta pada sembilan bulan pertama 2025. Dari sisi keuangan, pendapatan keuangan tercatat sebesar US$37,88 juta, lebih rendah dibandingkan US$50,95 juta. Sementara itu, beban keuangan berhasil ditekan menjadi US$40,47 juta dari US$49,36 juta.
PGN juga membukukan rugi selisih kurs bersih sebesar US$16,10 juta, sedikit meningkat dibandingkan US$15,36 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Faktor lainnya yang mendukung pertumbuhan laba bersih adalah penurunan beban pajak penghasilan menjadi US$89,56 juta dari US$92,86 juta pada sembilan bulan pertama 2025.
