IHSG Ambruk 7,03% Pekan Ini, Saham MKNT Justru Terbang 83,33%
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) memimpin daftar saham dengan kenaikan harga tertinggi (top gainers) sepanjang perdagangan pekan ini. Meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indoensia (BEI) turun tajam 7,03% menjadi 5.057 pekan ini.
Berdasarkan data, top 10 saham dengan kenaikan tertinggi pekan ini berada dalam rentnag 17,72% hingga 83,33%. Saham MKNT memimpin dengan lonjakan 83,33% dari Rp6 pada pekan sebelumnya menjadi Rp 11 pada pekan ini.
Berdasarkan data Top Gainers Weekly Bursa Efek Indonesia (BEI), MKNT mencatatkan kenaikan harga sebesar Rp5 dan menempati posisi teratas dalam daftar 10 saham dengan performa terbaik selama sepekan.
Baca Juga
Tragedi Oktober di BEI! Rp 1.833 Triliun Kapitalisasi Pasar Menguap, Asing Kabur Rp 17 Triliun
Kenaikan saham MKNT tersebut jauh melampaui saham-saham lain yang masuk dalam daftar top gainers pekan ini. Di posisi kedua, saham MMIX menguat 34,75% dari Rp590 menjadi Rp795, atau bertambah Rp205.
Selanjutnya, saham BOGA menempati posisi ketiga dengan kenaikan 27,78% dari Rp1.530 menjadi Rp1.955. Harga saham BOGA bertambah Rp425 sepanjang pekan ini. Saham ALKA mencatatkan kenaikan 26,14% dari Rp4.380 menjadi Rp5.525. Kenaikan sebesar Rp1.145 tersebut menempatkan ALKA di posisi keempat.
Di posisi kelima, terdapat saham NATO yang menguat 25,79% dari Rp795 menjadi Rp1.000, atau naik Rp205. Berikutnya, saham CBUT naik 23,84% dari Rp860 menjadi Rp1.065. Saham ASBI juga mencatatkan penguatan 23,73% dari Rp354 menjadi Rp438.
Adapun saham NPGF mengalami kenaikan 20,51% dari Rp39 menjadi Rp47. Dua saham lainnya yang melengkapi daftar 10 besar adalah UNIQ yang menguat 19,66% dari Rp117 menjadi Rp140 dan TMPO yang naik 17,72% dari Rp158 menjadi Rp186.
Baca Juga
Laba Barito Pacific (BRPT) Ambles 60,74% per September 2026, Ini Pemicunya
Adapun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indoensia (BEI) mengalami penurunan tajam sebanyak 382 poin (7,03%) menjadi 5.057 sepanjang pekan terakhir bulan Oktober. Penurunan tersebut memicu menguapnya kapitalisasi pasar (market cap) sebanyak Rp 42 triliun atau turun 7,87%.
Penurunan tersebut dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor infrastruktur turun 13,04%, sektor material dasar jatuh 12,23%, sektor energi turun 10,75%. Penurunan tajam juga melanda saham sektor teknologi 6,21%, sektor industry 6,87%, hingga sektor keuangan 2,93%.
Penurunan tajam IHSG juga dipengaruhi kejatuhan sejumlah saham big cap berikut, yaitu saham BYAN melemah 14,88%, saham TLKM turun 11,61%, saham BREN anjlok 24,58%, saham BRPT turun 25,69%, dan saham MORA jatuh 29,94%.
