Laba Barito Pacific (BRPT) Ambles 60,74% per September 2026, Ini Pemicunya
JAKARTA, investortrust.id – PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatatkan lonjakan pendapatan hingga September 2026. Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut belum mampu untuk menopang kinerja laba bersih perseroan yang justru merosot tajam akibat hilangnya keuntungan non-operasional dan meningkatnya sejumlah beban usaha.
Adapun harga saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu (BRPT) ini telah anjlok lebih dari 66% menjadi Rp 1.070 sepanjang year to date (ytd). Penurunan saham BRPT ikut menjadi beban terhadap kejatuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) lebih dari 40% untuk periode sama.
Baca Juga
Laba Atribusi Chandra Asri (TPIA) Anjlok 78,43% hingga September 2026, Ini Pemicunya
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit, Barito Pacific (BRPT) membukukan pendapatan sebesar US$ 8,69 miliar hingga 30 September 2026. Angka tersebut melonjak 56,26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 5,56 miliar.
Meski demikian, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru anjlok 60,74% menjadi US$ 228,54 juta per September 2026, dibandingkan US$ 582,15 juta pada periode yang sama 2025. Secara keseluruhan, laba periode berjalan Barito Pacific (BRPT) juga merosot menjadi US$ 616,20 juta dari sebelumnya US$ 1,82 miliar.
Salah satu faktor utama yang menekan laba BRPT adalah tidak berulangnya keuntungan dari pembelian dengan diskon (gain from bargain purchase). Pada sembilan bulan pertama 2025, perseroan membukukan keuntungan dari pos tersebut sebesar US$ 1,81 miliar. Namun, hingga September 2026, tidak terdapat lagi keuntungan dari pembelian dengan diskon.
Selain faktor tersebut, peningkatan beban bahan baku dan produksi turut membebani profitabilitas perseroan. Beban bahan baku yang digunakan serta produksi dan manufaktur meningkat menjadi US$ 7,26 miliar, dibandingkan US$ 5,16 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
Laba Chandra Daya (CDIA) Anjlok 61,5% hingga September 2026, Terseret Beban Keuangan
Tekanan juga datang dari kenaikan beban keuangan yang mencapai US$ 412,93 juta per September 2026, naik dari US$ 299,43 juta pada September 2025. Beban penyusutan dan amortisasi turut meningkat menjadi US$ 336,07 juta dari US$ 232,51 juta. Sementara itu, beban umum dan administrasi naik menjadi US$189,71 juta dari US$145,49 juta.
BRPT juga mencatat kenaikan beban penjualan menjadi US$69,25 juta dibandingkan US$57,81 juta pada periode yang sama tahun lalu. Faktor lainnya adalah peningkatan beban pajak penghasilan bersih menjadi US$132,37 juta, dibandingkan US$1,68 juta pada September 2025. Di sisi lain, keuntungan dan kerugian lain-lain bersih turun menjadi US$105,13 juta dari US$157,28 juta.
Di tengah tekanan tersebut, sejumlah pos masih memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan Barito Pacific. Bagian laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama meningkat menjadi US$ 99,58 juta dari US$ 75,38 juta. Pendapatan keuangan juga naik menjadi US$ 114,51 juta dibandingkan US$ 111,88 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
