IHSG Ditutup Menguat 1,12%, Saham BUMN Jadi Penopang Dipimpin BMRI
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (22/10/2026), ditutup menguat 59,55 poin (1,12%) menjadi 5.387. Rentang pergerakan 5.185-5.422 dengan nilai transaksi Rp 15,20 triliun.
Kenaikan tersebut berbanding terbalik dengan pembukaan pasar pagi ini yang sempat dibuka lebih dari 100 poin (1,81%) menjadi 5.234. IHSG BEI juga menguat saat mayoritas pasar saham Asia ditutup di zona merah.
Baca Juga
MSCI Ultimatum RI: Bukan Cuma Ubah Aturan, Bad Actors Harus Disingkirkan!
Penguatan IHSG ini ditopang atas kenaikan hampir seluruh sektor saham, seperti energi naik 1,88%, material dasar naik 0,94%, industry naik 0,36%, konsumer non primer naik 0,88%, konsumer primer menguat 0,60%, kesehatan naik 1,09%, keuangan menguat 1,25%, property naik 0,52%, infrastruktur naik 1,28%, dan transportasi anik 1,64%. Sebaliknya sektor teknologi turun 0,66%.
Kenaikan IHSG kali ini juga ditopang lompatan sejumlah saham big cap, seperti BREN naik 7,41% menjadi Rp 2.320, BBRI naik 3,20% menjadi Rp 2.900, BMRI naik 4,05% menjadi Rp 3.850, BBNI naik 4,92% menjadi Rp 3.410, AMMN naik 5,61% menjadi Rp 3.950. Sebaliknya saham BBCA alami penurunan.
Adapun saham dengan kenaikan harga tertinggi, yaitu ASMI naik 35% menjadi Rp 27, ENAK naik 34,81% menjadi Rp 182, AYLS menguat 25% menjadi Rp 200, BUKK naik 25% menjadi Rp 1.225, PTSP naik 25% menjadi Rp 1.800, PNSE menguat 25% menjadi Rp 700, ARTA menguat 24,65% menjadi Rp 2.680, TOBA melambung 24,55% menjadi Rp 416, PTSN naik 24,46% menjadi Rp 346, dan OASA menguat 23,75% menjadi Rp 198.
Baca Juga
Bahlil Resmikan Produksi Gas Jangkrik-Maha, Kapasitas Bertambah 290 MMSCFD
Kemarin, IHSG ditutup lanjutkan penguatan 49,47 poin (0,94%) menjadi 5.328 disertai dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 70,71 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BMRI senilai Rp 226,60 miliar, ANTM mencapai Rp 83,14 miliar, dan TLKM sebanyak Rp 71,86 miliar.
Terkait penguatan indeks kemarin ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti kesehatan 3,35%, property 1,77%, infrastruktur 1,47%, konsumer primer 1,25%, konsumer non primer 1,44%, sektor energi 0,57%, sektor material dasar 0,60%, keuangan 0,71%, dan transportasi 0,17%.Sebaliknya industry turun 0,59% dan teknologi 1,12%.
Kenaikan indeks juga ditopang penguatan sejumlah saham big cap, seperti BREN, BBCA, TPIA, BRPT, ICBP, ITMG, dan GGRM. Saham ISAT, BNGA, dan DMAS juga catatkan kenaikan. Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat, yaitu saham STRK naik 34,31% menjadi Rp 137, SOLA naik 33,90% menjadi Rp 79, MKNT melambung 33,33% menjadi Rp 4, IPTV naik 26,32% menjadi Rp 24, SOHO naik 24,88% menjadi Rp 1.305, BUKK naik 24,84% menjadi Rp 980, CARE naik 24,83% menjadi Rp 372, dan TRUK naik hampir 20% menjadi Rp 6.025.
