IHSG Sesi I Terbang 4,16% Jadi 5.204, Saham BUMN Dipimpin TLKM Jadi Penopang
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (20/10/2026), ditutup rebound pesat sebanyak 208,02 poin (4,16%) menjadi 5.204. Penguatan tersebut terdorong lompatan saham big cap, khususnya BUMN.
IHSG menguat berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang cenderung bergerak melemah. Penguatan juga sejalan dengan kenaikan mata uang rupiah terhadp dolar AS hingga berada di bawah Rp 18.000.
Baca Juga
Pasca Pengumuman MSCI, Fitch Soroti Risiko Utang Indonesia dan Tekanan Rupiah
Kenaikan tersebut terdorong lompatan saham big cap, khususnya emiten BUMN. Di antaranya, saham TLKM melesat 13,56% menjadi Rp 2.010, BMRI naik 8,93% menjadi Rp 3.660, BBRI naik 8,27% menjadi Rp 2.750, BBNI naik 7,43% menjadi Rp 3.180, BRIS naik 5,39% menjadi Rp 1.075, BBTN menguat 5,88% menjadi Rp 900, TINS naik 7,10% menjadi Rp 2.620, ANTM naik 7,66% menjadi Rp 2.670, dan PTBA naik 6,97% menjadi Rp 3.070. Lompatan IHSG juga ditopang kenaikan saham lainnya, seperti BBCA, ASII, BREN, TPIA, BRPT,hingga ADRO.
Kenaikan juga didukung seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar naik 4,52%, energi 3,61%, property 4,62%, industry 2,61%, konsumer non primer 3,17%, konsumer primer 2,81%, kesehatan 1,98%, keuangan 3,68%, transportasi 6,49%, dan infrastruktur 3,74%.
Sebaliknya saham dengan kenaikan harga paling pesat, yaitu saham TRUK, SHID, dan PNSE melesat hingga auto reject atas dengan kenaikan 25%. ARA juga melanda saham ROCK 24,61%, SIPD 24,32%, dan SOTS naik 24,04%.
Baca Juga
Saham BRI (BBRI) Rebound 6,3%, IHSG Terangkat 135 Poin! Target Harga Masih Rp 4.100
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 188,49 poin (3,64%) menjadi 4.996,61. Pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,72 triliun dipimpin saham BBRI senilai Rp 1,08 triliun dan BBRI dengan penjualan bersih Rp 986,87 miliar.
Penurunan tersebut sejalan dengan kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar turun 4,57%, sektor konsumer non primer turun 3,88%, sektor energi turun 2,95%, sektor industry melemah 2,97%, sektor konsumer primer melemah 4,09%, konsumer non primer turun 3,88%, infrastruktur jatuh 4,45%,kesehatan melemah 3,64%, property turun 2,75%, teknologi melemah 2,46%, keuangan melemah 2,18%, dan transportasi melemah 2,91%.
Meski anjlok sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga, yaitu saham TMPO naik 28,03% menjadi Rp 169, TIFA menguat 25% menjadi Rp 360, PNSE menguat 25% menjadi Rp 480, TRUK naik 24,84% menjadi Rp 4.020, BSIM naik 24,83% menjadi Rp 930, BIKE menguat 22,62% menjadi Rp 5.150, dan BSWD naik 20% menjadi Rp 6.750.
