Produksi Emas Merdeka Gold (EMAS) Melonjak 69%, Target Produksi 2027 Bakal Terlampaui
JAKARTA, investortrust.id – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatatkan lonjakan produksi emas sebanyak 69% secara kuartalan menjadi 26.331 ons pada kuartal III-2026. Peningkatan ini sejalan dengan akselerasi kapasitas operasi (ramp-up) fasilitas heap leach di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Manajemen EMAS dalam siaran pers di Jakarta, Senin (2/11/2026), seiring dengan peningkatan produksi tersebut, EMAS optimistis mencatatkan pertumbuhan berkelanjutan pada 2027. Bahkan, produksi emas tahun depan diperkirakan jauh melampaui target sebelumnya sebanyak 150.000 ons.
Baca Juga
Merdeka Gold (EMAS) Agresif Eksplorasi Emas Pani, Siapkan US$ 11,4 Juta
Perseroan memperkirakan total produksi emas dari operasi heap leach selama 2026 dan 2027 akan melampaui 250.000 ons. Proyeksi tersebut mencerminkan peningkatan kapasitas produksi Tambang Emas Pani yang berlangsung lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Sejak memulai produksi emas perdana pada Februari 2026, Tambang Pani terus menunjukkan perkembangan operasional yang positif. Pada September 2026, produksi emas EMAS mencapai 10.952 ons, meningkat 12% dibandingkan Agustus 2026. Momentum peningkatan produksi berlanjut hingga Oktober. Dalam dua pekan pertama Oktober 2026, produksi emas tercatat mencapai 6.190 ons, setara dengan tingkat produksi tahunan (annualised) sekitar 149.000 ons.
Presiden Direktur Merdeka Gold (EMAS) Boyke P Abidin mengatakan, peningkatan produksi pada kuartal III-2026 menunjukkan stabilitas proses peningkatan kapasitas tambang emas Pani. Hal tersebut tercermin dari produksi yang lebih tinggi, kinerja operasional yang semakin kuat, serta efisiensi biaya yang membaik.
"Kuartal ketiga ini membuktikan stabilitas peningkatan kapasitas di Tambang Emas Pani, yang ditandai dengan angka produksi lebih tinggi, kinerja operasional yang lebih kuat, serta efisiensi biaya yang membaik," ujar Boyke dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).
Biaya Produksi EMAS Turun
Selain meningkatkan produksi, EMAS berhasil menekan biaya operasional Tambang Emas Pani sepanjang kuartal III-2026. Biaya tunai (cash cost), di luar royalti dan kredit perak, turun 13% secara kuartalan menjadi US$ 778 per ons. Sementara itu, biaya pemeliharaan menyeluruh (all-in sustaining cost/AISC) terkoreksi 12% menjadi US$ 1.281 per ons.
Perseroan memperkirakan biaya produksi per kuartal masih berpotensi berfluktuasi selama periode peningkatan kapasitas operasi. Meski demikian, biaya produksi sepanjang 2026 diproyeksikan tetap berada dalam rentang panduan yang telah ditetapkan.
Untuk 2026, EMAS mempertahankan target cash cost pada kisaran US$ 900-1.100 per ons, sedangkan target AISC dipatok US$1.300-US$1.450 per ons.
Baca Juga
Merdeka Gold (EMAS) Genjot Produksi Emas, Kapasitas Pani Gold Mine Bakal Tembus 700 Ribu Ons!
Di luar peningkatan produksi dari fasilitas heap leach, EMAS tengah mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan emas Carbon-in-Leach (CIL) Tahap I sebagai motor pertumbuhan berikutnya Tambang Emas Pani. Proyek CIL Tahap I telah menyelesaikan desain rekayasa dasar (basic engineering). Seluruh peralatan utama dengan waktu pengadaan panjang (long-lead equipment) juga telah dipersiapkan.
Fasilitas CIL Tahap I dirancang memiliki kapasitas cadangan sekitar 20%, sehingga mampu memproses bijih hingga 14,4 juta ton per tahun (Mtpa). Perseroan menargetkan fasilitas tersebut mulai menjalani tahap uji coba (commissioning) pada 2028. EMAS juga tengah mematangkan rencana pembangunan CIL Tahap II dengan kapasitas yang sama seperti tahap pertama. Kedua fasilitas tersebut akan didukung infrastruktur bersama (shared infrastructure).
Dengan pengembangan dua fasilitas CIL tersebut, total kapasitas produksi emas tahunan dari operasi CIL ditargetkan mencapai sekitar 500.000-700.000 ons. Kapasitas ini jauh lebih tinggi dibandingkan estimasi produksi satu fasilitas CIL yang berada di kisaran 250.000-350.000 ons, belum termasuk tambahan produksi dari operasi heap leach.
