IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah 0,55% Terseret Saham BYAN hingga DSSA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (7/10/2026), ditutup berbalik turun 34,15 poin (0,55%) menjadi 6.158. Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan pembukaan pagi ini dengan kenaikan 17,49 poin (0,28%).
Penurunan IHSG sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa saham Asia dan pelemahan nilai tukar rupiah. Rentang pergerakan IHSG sepanjang sesi I 6.146-6.214 dengan nilai transaksi Rp 4,64 triliun. Saham penekan indeks datang dari kejatuhan saham BYAN 6,32%, UNTR turun 2,98%, MORA turun 3,33%, MBSS melemah 4,55%, dan DSSA turun 2,58%.
Penurunan tersebut dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi turun 1,38%, sektor industry turun 1,33%, sektor material dasar 0,79%, sektor infrastruktur 0,91%, sektor property 0,92%, sektor teknologi 0,34%, dan sektor konsumer primer 0,40%. Sebaliknya kenaikan melanda saham keuangan 0,21%.
Baca Juga
Saham BBCA Makin Tertekan hingga Diobral Asing Usai Rumor Haji Isam, Masih Menarik Dipertahankan?
Meski IHSG ditutup melemah, sejumlah saham ini catatkan lompatan harga, yaitu saham AKKU menguat 33,96% menjadi Rp 71, PGLI naik 24,53% menjadi Rp 396, NASA naik 24,39% menjadi Rp 51, ENAK naik 24,35% menjadi Rp 240, dan AIMS menguat 23,03% menjadi Rp 1.015.
Kemarin, IHSG berhasil menguat 1,21% ke level 6.192,93 melanjutkan penguatan tiga hari beruntun setelah sebelumnya menguji area psikologis 6.000. Penguatan ditopang kenaikan sebanyak 489 saham serta didukung sejumlah sektor, seperti transportasi (+3,16%), teknologi (+3,09%), dan energi (+2,67%). Namun, investor asing masih mencatat net sell sekitar Rp 597miliar, sehingga rebound masih perlu dikonfirmasi oleh perbaikan foreign flow.
Baca Juga
Bos Danantara Bocorkan IPO BUMN 2027, Ada Finansial hingga Tambang
Lompatan juga didukung kenaikan pesat saham BYAN sebanyak 9,80% menjadi Rp 13.450, AMMN sebanyak 6,89% menjadi Rp 4.500, MORA menguat 7,82% menjadi Rp 5.100, saham ALKA naik 19.74% menjadi Rp 6.825, dan INKP menguat 3,68% menjadi Rp 8.450.
Seiring dengan lompatan IHSG ini, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan harga sifnifikan, yaitu saham TRUE naik 34,78% menjadi Rp 62, POLA naik 34,15% menjadi Rp 110, ASMI menguat 32% menjadi Rp 33, BTEK naik 27,27% menjadi Rp 14, CSMI naik 25% menjadi Rp 515, IFSH menguat 24,47% menjadi Rp 2.060, KDTN menguat 23,58% menjadi Rp 655, dan BEKS menguat 23,33% menjadi Rp 37.
