Bank Syariah (BRIS) Rancang Rights Issue Jumbo, Permodalan Bisa Tembus Rp 64,41 Triliun pada 2027
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) berencana melakukan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau rights issue sebanyak-banyaknya 6,8 miliar saham Seri B. Jika mengacu harga penutupan saham BRIS kemarin level Rp 1.515, torehan dana bisa mencapai Rp 10,32 triliun.
BRIS melalui prospektus ringkas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/9/2026) menyebutkan, saham baru tersebut diterbitkan dengan nominal Rp 500 per saham. Seluruh dana yang diperoleh dari rights issue setelah dikurangi biaya dan pengeluaran terkait emisi saham baru, akan digunakan untuk penyaluran pembiayaan guna mendukung pertumbuhan usaha perseroan.
Baca Juga
Pembiayaan Kendaraan Listrik BSI (BRIS) Naik 66% Didorong Minat Generasi Muda
Rencana aksi korporasi tersebut akan dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BRIS yang dijadwalkan pada 15 Oktober 2026.
BRIS menyatakan PMHMETD II bertujuan memperkuat permodalan sekaligus meningkatkan kapasitas penyaluran pembiayaan perseroan. Permodalan untuk mendukung bisnis perseroan pada 2027 diproyeksikan meningkat dari Rp 51,07 triliun pada 2026 menjadi Rp64,41 triliun pada 2027. Sementara itu, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) diproyeksikan meningkat dari 20,38% menjadi 23,31%.
Baca Juga
Bertumbuh Sesuai Ekspektasi, Saham BSI (BRIS) Layak Dipertahankan Beli dengan Target Harga Ini
Penguatan permodalan tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan skala usaha BRIS secara berkelanjutan, termasuk upaya meningkatkan kelompok bank berdasarkan modal inti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tambahan modal diharapkan mendukung ekspansi bisnis dan pertumbuhan pembiayaan BRIS secara berkelanjutan.
Manajemen BRIS menyebutkan bahwa pemegang saham yang tidak melaksanakan rights issue bisa terdilusi kepemilikan sebanyak-banyaknya 12,85%. BRIS berhak menerbitkan sebagian atau seluruh jumlah maksimum saham yang disetujui untuk diterbitkan berdasarkan keputusan RUPSLB.
