IHSG Diprediksi Lanjut Bearish, Tiga Saham Dipimpin HRTA Layak Dilirik Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (25/9/2026), diproyeksikan masih bergerak bearish dalam rentang 6.220-6.400. Tiga saham HRTA, ENRG, dan TEBE direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa laju IHSG akan dipengaruhi sentimen global masih cenderung hawkish, tercermin dari kenaikan US Treasury 10Y ke 5,11%, level tertinggi sejak 2007, seiring kuatnya aktivitas ekonomi AS dan meningkatnya ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed. Di sisi lain, Brent menembus US$105/barel akibat meningkatnya ketegangan AS-Iran dan ketidakpastian pasokan energi.
Baca Juga
DPR Ingatkan BEI untuk Pertahankan Independensi Pasca-Demutualisasi
Pasar juga mencermati pertemuan Trump–Xi serta perkembangan diplomasi AS–Iran di sela UNGA, yang berpotensi memengaruhi sentimen risiko global. “Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji support 6.200–6.220 setelah kembali ditutup di bwah level 6.300 dengan indikator MACD yang memberikan signal bearish momentum dengan resistance terdekat pada 6400 – 6450,” tulisnya.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham HRTA dengan target harga Rp 2.360-2.475, ENRG dengan target harga Rp 1.350-1.440, dan TEBE dengan target harga Rp 2.390.
Kemarin, IHSG ditutup jatuh sebanyak 76,30 poin (1,20%) menjadi 6.298 disertai dengan investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,49 triliun. Net sell ini terbanyak melanda saham BMRI senilai Rp 531,94 miliar, BBRI mencapai Rp 133,24 miliar, dan TLKM senilai Rp 84,61 miliar.
Baca Juga
Pelemahan IHSG kemarin dipicu atas penurunan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar turun 2,17%, sektor industry 2,09%, sektor konsumer primer 1,28%, sektor keuangan 1,32%, sektor property 1,66%, sektor infrastruktur 1,14%, sektor teknologi 1,14%, transportasi 0,84%, sektor konsumer non primer 0,36%, dan sektor energi 0,36%.
Penurunan juga dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap, seperti saham big cap, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Pelemahan juga melanda saham BSSR, IMPC, CMRY, PANI, EMAS, INKP, hingga POLU.
Sebaliknya sejumlah saham berikut justru berhasil torehkan kenainan pesat, seperti BIPP naik 33,85% menjadi Rp 87, UNSP menguat 25% menjadi Rp 320, WAPO menguat 24,82% menjadi Rp 352, FORU melambung sebanyak 24,58% menjadi Rp 294. Kenaikan juga melanda semua saham emiten Haji Isam, seperti ASLI, TEBE, JARR, PGUN, hingga FAST.
