Bitcoin Masih Bisa Menguat? Ini Level Harga yang Perlu Dipantau
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Harga Bitcoin (BTC) dinilai masih dalam tren menguat pada perdagangan Rabu (23/9/2026), meski berdasarkan data Coinmarketcap, pukul 15.55 WIB BTC tengah berada di level US$85.720, turun 0,70% dalam 24 jam terakhir.
Penguatan Bitcoin sejalan dengan kenaikan kapitalisasi pasar kripto global sebesar 1,67%. CEO dan Founder FLOQ Yudhono Rawis menilai pergerakan tersebut lebih mencerminkan penguatan pasar kripto secara keseluruhan dan sentimen risk-on dibandingkan katalis baru yang secara khusus berasal dari Bitcoin.
“Pergerakannya relatif sejalan dengan penguatan pasar kripto secara keseluruhan dan aset teknologi, sehingga sentimen risk-on serta kondisi makro masih menjadi faktor penting,” kata Yudhono dalam risetnya, Rabu (23/9/2026).
Selain sentimen pasar, Bitcoin mendapat dukungan dari arus dana ke ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat serta efek short squeeze pada 21–22 September 2026.
Data SoSoValue menunjukkan ETF Bitcoin spot AS mencatat inflow bersih US$998,95 juta pada 21 September 2026, menjadi inflow harian tertinggi dalam sekitar 11 bulan.
Baca Juga
Daftar 10 Negara Paling Ramah Kripto, Singapura Jadi yang Teratas
Sementara itu, CoinGlass mencatat likuidasi posisi kripto sekitar US$1,06 miliar dalam 24 jam, dengan sekitar US$844 juta berasal dari posisi short. Kondisi tersebut turut memberikan dorongan terhadap kenaikan harga Bitcoin.
Yudhono mengatakan, arus masuk ETF menunjukkan adanya permintaan Bitcoin melalui instrumen pasar spot, sedangkan short squeeze dapat mempercepat kenaikan harga dalam jangka pendek akibat penutupan posisi berlawanan arah.
“Yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah apakah arus masuk ETF tetap berlanjut setelah efek short squeeze mereda,” ujarnya.
Baca Juga
Pertemuan Trump dan XI Jinping Jadi Sorotan, Bitcoin Diprediksi Tembus US$ 87.000
Dari sisi teknikal, level US$85.000 menjadi salah satu support penting Bitcoin dalam jangka pendek. Jika mampu bertahan di atas level tersebut, BTC berpeluang kembali menguji area US$87.363.
Apabila menembus US$87.363, Bitcoin berpotensi bergerak menuju resistance berikutnya di sekitar US$90.741 berdasarkan proyeksi Fibonacci. Sebaliknya, jika support US$85.000 gagal dipertahankan, tekanan jual berpotensi membawa harga menuju kisaran US$82.600.
Menurut Yudhono, investor perlu mencermati arus dana ETF Bitcoin spot pada perdagangan berikutnya untuk melihat keberlanjutan permintaan. Selain harga, indikator seperti volume perdagangan, posisi leverage, dan kondisi makro juga perlu diperhatikan dalam membaca arah pasar.
