Bitcoin Gagal Tembus US$ 87.000, Ini Level Support yang Perlu Dicermati
JAKARTA, Investortrust.id – Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan setelah gagal mempertahankan momentum di level US$87.000. Pada Selasa (6/10/2026), pukul 15.45 WIB Bitcoin tengah diperdagangkan di sekitar US$85.946, turun 0,28% dalam 24 jam terakhir.
Penurunan tersebut membuat level US$87.000 kembali menjadi resistance utama yang menjadi perhatian pasar. Bitcoin sempat mendekati level tersebut, tetapi belum mampu mencatatkan breakout dan kembali bergerak turun.
CEO dan Founder FLOQ Yudhono Rawis mengatakan, Bitcoin saat ini masih berada dalam fase konsolidasi. Menurut dia, level support dan resistance menjadi indikator penting untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.
“Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi setelah beberapa kali menghadapi penolakan di area US$87.000. Level ini menjadi resistance penting karena pasar belum mendapatkan konfirmasi bahwa momentum kenaikan sudah kembali kuat,” kata Yudho dalam risetnya, Selasa (6/10/2026).
Menurut Yudho, kegagalan Bitcoin menembus US$87.000 belum mengubah struktur pasar menjadi bearish. Namun, tekanan jual berpotensi meningkat apabila BTC kehilangan support di bawah harga saat ini.
“Selama Bitcoin masih mampu bertahan di atas area US$84.500, peluang untuk kembali menguji US$87.000 masih terbuka,” ujarnya.
Baca Juga
Trader Veteran Peter Brandt Prediksi Harga Bitcoin Bisa Melejit ke US$ 600.000 pada 2029
Dari sisi teknikal, area US$84.500 menjadi salah satu level penting bagi pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek. Level tersebut berada di sekitar retracement Fibonacci 38,2%.
Jika BTC mampu mempertahankan US$84.500, peluang rebound menuju US$87.000 masih terbuka. Sebaliknya, penurunan di bawah level tersebut berpotensi membuka ruang koreksi menuju US$82.600.
Zona US$82.000-US$83.000 juga menjadi area yang perlu diperhatikan apabila tekanan jual semakin kuat.
“US$84.500 menjadi level yang cukup penting untuk melihat apakah koreksi ini hanya bersifat jangka pendek atau mulai berkembang menjadi tekanan jual yang lebih besar. Jika level tersebut bertahan, struktur konsolidasinya masih relatif terjaga,” jelas Yudho.
Di sisi lain, Bitcoin perlu menembus US$87.000 dan bertahan di atas level tersebut untuk memberikan sinyal penguatan yang lebih solid. Area US$87.000-US$87.400 menjadi zona resistance yang perlu diperhatikan.
Peluang Menuju US$93.000
Meski masih tertahan di bawah US$87.000, peluang Bitcoin bergerak menuju US$90.000-US$93.000 masih terbuka apabila tekanan jual mereda dan kondisi makroekonomi mendukung.
Yudho mengatakan, pergerakan Treasury yields dan ekspektasi kebijakan The Federal Reserve (The Fed) menjadi sejumlah faktor yang perlu dicermati.
“Kalau Treasury yields mulai melandai dan ekspektasi kenaikan suku bunga semakin berkurang, aset berisiko seperti Bitcoin bisa mendapatkan ruang yang lebih besar. Namun, kondisi tersebut tetap perlu diikuti oleh permintaan spot yang kuat,” tuturnya.
Menurut dia, Bitcoin tetap membutuhkan konfirmasi dari sisi harga dan volume sebelum dapat melanjutkan penguatan.
“Kalau tekanan jual di area US$87.000 berhasil diserap dan Bitcoin mencatatkan breakout yang valid, US$90.000 hingga US$93.000 bisa menjadi area berikutnya yang diperhatikan. Namun, ini tetap merupakan skenario, bukan kepastian harga,” katanya.
Baca Juga
Bitcoin dan Dua Pelantikan Trump: Modal US$1.000 pada 2017 Untung 9.400%, 2025 Justru Buntung 16%
Fed Minutes Jadi Katalis
Pasar juga akan mencermati rilis Fed Minutes pada 7 Oktober 2026 sebagai salah satu katalis bagi pergerakan aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Yudho mengatakan, komunikasi The Fed dan pergerakan yield obligasi pemerintah AS dapat memengaruhi sentimen pasar.
“Kalau komunikasinya cenderung memberikan ruang untuk kebijakan yang lebih longgar dan yield ikut turun, sentimen terhadap Bitcoin bisa membaik. Sebaliknya, jika risiko inflasi kembali meningkat dan yield naik, tekanan terhadap aset berisiko bisa muncul lagi,” jelasnya.
Dengan kondisi saat ini, Yudho menilai US$84.500 dan US$87.000 menjadi dua level utama yang perlu diperhatikan. Penembusan atau pelemahan di bawah kedua area tersebut akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah Bitcoin selanjutnya.
