Pertemuan Trump dan XI Jinping Jadi Sorotan, Bitcoin Diprediksi Tembus US$ 87.000
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Aset Kripto Bitcoin berpotensi bergerak pada rentang harga US$ 85.000 hingga US$ 87.000 hari ini, Rabu (23/9/2026). Sementara Ethereum (ETH) berpotensi bergerak di sekitar US$ 2.700 hingga US$ 2.900.
Financial Expert Ajaib Sekuritas, Panji Yudha menjelaskan, BTC bergerak mendatar di kisaran US$ 85.000 - US$ 86.500 usai profit taking dari puncaknya di US$ 87.395. Aset kripto satu ini memasuki fase konsolidasi, setelah breakout ke level tertinggi pekan ini dari sembilan bulan terakhirnya.
“Meski harga sideways, sentimen pasar tetap sangat bullish,” terang Panji secara tertulis, Rabu (23/9/2026).
Dia memaparkan, Fear and Greed Index berada di 76-79, masuk zona greed atau extreme greed. Sementara risk appetite membaik secara luas di pasar finansial, didukung penurunan tajam harga minyak dunia yang meredakan kekhawatiran inflasi persisten, serta Nasdaq yang mencetak rekor tertinggi baru.
“Sentimen derivatif sudah kembali normal ke netral, usai short squeeze besar sebelumnya. Ini menandakan pergerakan harga sekarang lebih didorong akumulasi spot ketimbang spekulasi leverage berlebihan,” jelas Panji.
Baca Juga
Komentar Trump soal Iran Jadi Sorotan, Bitcoin Bertahan di Posisi US$ 86.000-an
Momentum itu turut terangkat dari keputusan SEC soal tokenized equities pekan ini, dikombinasikan dengan inflow (arus masuk) bersih ETF Bitcoin spot yang berhasil memulihkan keyakinan beli institusional.
Sedangkan SoSoValue mencatat, ETF Bitcoin spot membukukan inflow harian US$ 999 juta pada Senin (21/9/2026), menandakan rekor inflow harian tertinggi sejak Oktober 2025 dan posisi ke-9 terbesar sepanjang sejarah ETF Bitcoin sejak Januari 2024. Capaian ini melanjutkan momentum dari Jumat sebelumnya yang mencatat inflow US$ 433 juta.
Pada saat yang sama, dominasi penyerapan dana dipimpin ETF BlackRock ($IBIT) dengan inflow tunggal US$ 381 juta dalam sehari, menjadi pemasukan harian terbesar ketiga bagi IBIT sejak Januari 2026. Realisasi ini, menggenapkan akumulasi serapan dana sebesar US$ 665 juta yang hanya dalam tiga hari perdagangan terakhir.
“Fokus pasar kini bergeser ke kunjungan kenegaraan Presiden China Xi Jinping ke Washington, D.C. yang berlangsung 23-25 September 2026, kunjungan pertama pemimpin China ke Washington sejak 2015,” menurut Panji.
Baca Juga
Dana Institusional Mengalir Deras, ETF Bitcoin Spot AS Cetak Rekor 11 Bulan
Puncak katalis yang ditunggu pelaku pasar adalah pertemuan bilateral Xi Jinping dengan Presiden AS Donald Trump pada Kamis (24/9/2026). Isu perdagangan, teknologi AI, hingga mineral kritis diperkirakan jadi agenda utama.
Panji menyebut, hasil pertemuan itu berpotensi jadi katalis sentimen tambahan bagi pasar global, termasuk aset digital.
Sebelumnya, dalam 24 jam terakhir, Bitcoin (BTC) menguat 0,95% bertengger di US$ 86.481 atau sekitar Rp 1,54 miliar. Dominasi pasar BTC (BTC.D) kini berada di level 59,55%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto kini naik ke level US$ 1,73 triliun.
