Dana Institusional Mengalir Deras, ETF Bitcoin Spot AS Cetak Rekor 11 Bulan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatatkan arus masuk bersih sebesar US$998,95 juta pada Senin (21/9/2026) menjadi arus masuk harian tertinggi dalam 11 bulan terakhir. Penguatan arus dana tersebut turut menopang kenaikan harga Bitcoin yang sempat menembus US$87.000.
Berdasarkan data SoSoValue, ETF Bitcoin spot milik BlackRock, IBIT, mencatat arus masuk terbesar sebesar US$381,4 juta. ARKB milik Ark dan 21Shares menyusul dengan US$289,1 juta, sedangkan FBTC milik Fidelity mencatatkan arus masuk US$238,8 juta.
ETF Bitcoin lainnya yang dikelola Grayscale, Bitwise, dan Morgan Stanley juga mencatatkan arus masuk positif pada perdagangan Senin.
Total arus masuk tersebut menjadi yang tertinggi sejak 6 Oktober 2025, ketika ETF Bitcoin spot AS mencatatkan arus masuk sekitar US$1,2 miliar dalam sehari.
Baca Juga
Bitcoin Tembus US$ 87.200, Investor Diingatkan Tak Terjebak FOMO
Selain Bitcoin, ETF Ethereum spot AS juga mencatat arus masuk bersih US$269,98 juta pada Senin. Angka tersebut menjadi arus masuk harian terkuat sejak 7 Oktober 2025. Harga Ether turut naik 2,5% dan diperdagangkan di kisaran US$2.730.
Bitcoin tercatat naik 4,7% dalam 24 jam dan berada di sekitar US$85.400 pada Selasa (22/9/2026) pagi. Pada Senin, harga BTC sempat menyentuh sekitar US$87.300, yang menjadi level tertinggi sejak Januari 2026.
Melansir Coinmarketcapnews, Analis asosiasi Presto Research Min Jung mengatakan, penguatan Bitcoin didorong oleh membaiknya selera risiko, permintaan ETF spot, serta aksi short covering. Menurutnya, arus masuk ETF juga menunjukkan peningkatan eksposur investor institusional terhadap Bitcoin.
Data CoinGlass menunjukkan likuidasi posisi di pasar kripto mencapai US$1,06 miliar dalam 24 jam, dengan sekitar US$844 juta berasal dari posisi short. Penutupan posisi secara paksa tersebut turut mempercepat kenaikan harga ketika Bitcoin melewati sejumlah level teknikal.
Kepala Analis ViaBTC Jeff Ko mengatakan penembusan level US$82.000 dapat mendorong strategi perdagangan sistematis untuk kembali masuk ke pasar. Pembelian oleh investor institusional juga disebut menopang permintaan Bitcoin.
Baca Juga
Bitcoin Cetak Level Tertinggi 8 Bulan, Pasar Pantau US$90.000
Dari sisi makroekonomi, Chief Operating Officer BTSE Jeff Mei menyebut penurunan harga minyak dan melandainya imbal hasil obligasi Treasury AS turut memberikan dukungan terhadap aset berisiko. Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping juga dinilai menjadi katalis tambahan bagi pasar.
Meski demikian, tingkat funding rate yang positif dan open interest yang tinggi menunjukkan peningkatan posisi long. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas apabila Bitcoin gagal mempertahankan level dukungan di atas US$85.000.
