IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 1,11% Dimotori Kejatuhan Saham Sektor Energi
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (22/9/2026), ditutup anjlok sebanyak 71,16 poin (1,11%) menjadi 6.313. Rentang pergerakan 6.277-6.423 dengan nilai transaksi Rp 7,57 triliun.
Penurunan ini berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang cenderung bergerak menguat. Adapun pelemahan indeks dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor energi turun 2,22%. Penurunan lebih dari 1% melanda saham sektor industry, konsumer non primer, dan property. Pelemahan juga melanda saham sektor konsumer primer, keuangan, teknologi, infrastruktur, kesehatan, hingga transportasi.
Baca Juga
iPhone 18 Pro, Pro Max, dan Duo Lolos Postel Kemenkomdigi, Rilis di RI Oktober?
Penurunan juga dipicu atas kejatuhan beberapa saham big cap, seperti BYAN jatuh 7,81%. Penurunan juga dipicu kejatuhan seluruh saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, BRPT, CUAN, CDIA, hingga PTRO.
Sebaliknya beberapa saham berikut masih sukses untuk mencatatkan lompatan harga, seperti FORU naik 34,35% menjadi Rp 176, DYAN naik 26,74% menjadi Rp 109, SAPX naik 24,50% menjadi Rp 376, AGAR naik 20% menjadi Rp 2.760, BAIK naik 17,32% menjadi Rp 298, dan AYLS naik 17,24% menjadi Rp 204.
Baca Juga
IHSG Intraday Sesi I Terjun ke Bawah 6.300, Terendah Dalam Sebulan Terakhir
Kemarin, IHSG ditutup jatuh sebanyak 56,43 poin (0,88%) menjadi 6.384 disertai dengan investor asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham bernilai Rp 510,07 miliar. Net sell terbanyak disumbangkan lima saham berikut, yaitu BMRI senilai Rp 140,61 miliar, ANTM senilai Rp 139,93 miliar, dan BBCA mencapai Rp 131,34 miliar.
Penurunan tersebut dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti energi turun 0,93%, material dasar melemah 0,88%, konsumer non primer turun 0,94%, konsumer primer melemah 0,45%, infrastruktur 1,38%, keuangan 0,36%, teknologi 0,10%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor transportasi 0,55%, kesehatan 0,21%, dan property 0,00%.
Meski IHSG ditutup jatuh, sejumlah saham berikut berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu CSMI naik 34,48% menjadi Rp 234, TRUE naik 34,38% menjadi Rp 90, AGAR naik 25% menjadi Rp 2.300, NASI menguat 24,79% menjadi Rp 292, HOPE naik 24,78% menjadi Rp 282, BAJA menguat 24,57% menjadi Rp 436, dan INTD naik 24,39% menjadi Rp 306. Meski tak ARA, saham BBSS naik 29,11% menjadi Rp 102 dan JAWA menguat 25,64% menjadi Rp 196.
