IHSG Sesi I Anjlok 1% Terseret Kejatuhan Seluruh Sektor Saham
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (26/10/2026), ditutup anjlok sebanyak 54,29 poin (1%) menjadi 5.384. Rentang pergerakan 5.349-5.453 dengan nilai transaksi Rp 7 triliun.
Penurunan dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperrti industry, material dasar, energi, teknologi, infrastruktur, keuangan, kesehatan, konsumer primer. Penurunan juga melanda saham transportasi hingga property.
Baca Juga
Bumi Resources Expands Australian Footprint With $22M Takeover of Mount Margaret
Meski IHSG ditutup turun, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga, seperti ANDI naik 21,43% menjadi Rp 34, BTEK naik 18,18% menjadi Rp 13, PGLI naik 17,81% menjadi Rp 344, SEMA naik 17,65% menjadi Rp 440, KONI naik 17,56% menjadi Rp 1.975, dan TMPO naik 17,09% menjadi Rp 185.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup melesat 51,35 poin (0,95%) menjadi 5.439, meski demikian pemodal asing melanjutkan aksi jual bersih (net sell) saham senilai Rp 1,29 triliun. Terbanyak melanda saham bank, seperti BBCA mencapai Rp 766,98 miliar, BBRI senilai Rp 346,82 miliar, dan BBNI sebanyak Rp 101,25 miliar.
Baca Juga
Elnusa (ELSA) dan Pertamina Rokan Petakan Potensi Migas di Lampung dan Sumsel
Kenaikan ini ditopang penguatan mayoritas sektor saham, sektor industry naik 3,12%, energi naik 2,48%, konsumer primer naik 3,13%, sektor infrastruktur naik 1,91%, sektor transportasi menguat 1,59%, sektor property naik 0,71%, material dasar naik 0,74%, konsumer non primer menguat 0,98%, sektor teknologi menguat 0,46%, sektor keuangan naik 0,14%, dan sektor kesehatan menguat, 0,09%.
Sejalan dengan penguatan tersebut, beberapa saham berikut catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham WMUU naik 33,33% menjadi Rp 36, TOBA menguat 25% menjadi Rp 520, FAST naik 25% menjadi Rp 380, PTSP naik 25% menjadi Rp 2.250, KONI naik 24,91% menjadi Rp 1.680.
